XRP Siap Kalahkan Ethereum, Analis Prediksi Lonjakan Harga Menuju US$10

Setelah berbulan-bulan terjebak dalam fase konsolidasi, XRP kini dinilai berada di ambang pergerakan besar yang berpotensi mengubah peta persaingan altcoin. Seorang analis melihat peluang harga XRP menembus US$10 dalam waktu kurang dari setahun, sekaligus mengungguli kinerja Ethereum pada siklus pasar berikutnya.

Prediksi tersebut muncul ketika harga XRP masih bergerak di sekitar US$1,13 dan berupaya keluar dari fase konsolidasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Menurut analis teknikal Celal Kucuker, struktur grafik mingguan menunjukkan tanda-tanda pembentukan pola bullish yang berpotensi menjadi dasar bagi reli besar berikutnya.

Area US$1,13 Jadi Penentu Arah Harga XRP

Dalam pemetaannya, Kucuker melihat XRP berhasil mempertahankan area support jangka panjang di kisaran US$1,05 hingga US$1,13. Zona tersebut dinilai sebagai fondasi utama yang menjaga struktur bullish tetap utuh setelah koreksi panjang yang terjadi sejak awal 2025.

XRP analisis 23 jun

Ia menilai pergerakan harga saat ini sedang berada di titik pertemuan antara garis tren turun dan support naik jangka panjang. Kondisi tersebut membuat XRP memasuki fase kompresi harga yang biasanya mendahului pergerakan besar ketika pasar akhirnya menentukan arah.

Berdasarkan grafik yang dibagikan, area US$3,40 hingga US$3,45 menjadi resistance utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi dimulainya tren naik baru. Jika level tersebut berhasil dilewati, XRP berpotensi mencatat kenaikan sekitar 200 persen menuju target teknikal di kisaran US$10,36.

BACA JUGA:  Kripto Ini Naik 70 Persen Sebulan, Hayes Ungkap Penyebabnya

Kucuker menilai target tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Ia bahkan menyatakan bahwa XRP berpeluang memberikan kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan Ethereum dalam beberapa bulan mendatang apabila skenario bullish tersebut terealisasi.

“XRP akan mengungguli ETH dengan selisih yang sangat besar. Tunggu saja dan lihat,” tambahnya.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Meski demikian, analis tersebut menegaskan bahwa konfirmasi bullish tetap bergantung pada kemampuan harga XRP mempertahankan area support saat ini dan menembus resistance utama yang telah membatasi pergerakan selama beberapa waktu terakhir.

XRP di Ambang Ledakan, Semua Mata Tertuju ke Level Ini

Pandangan yang relatif serupa juga disampaikan analis Kamran Asghar. Dalam analisis teknikal terbarunya, ia menilai XRP sedang menghadapi momen krusial setelah kembali menguji garis tren turun jangka panjang yang terbentuk sejak puncak reli di kisaran US$3,50 hingga US$3,60.

XRP analisis terbaru 23 jn

Menurut Kamran, harga XRP saat ini bergerak di area US$1,10 hingga US$1,15, tepat di sekitar persimpangan antara support horizontal dan resistance dinamis dari garis tren turun tersebut. Karena itu, kawasan US$1,13 hingga US$1,15 menjadi level yang sangat penting untuk dipertahankan.

Ia menjelaskan bahwa selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang breakout masih terbuka lebar. Selain itu, posisi XRP yang masih berada di atas area akumulasi besar yang sebelumnya menjadi titik awal reli kuat pada akhir 2024 juga dianggap sebagai faktor pendukung.

BACA JUGA:  Harga XRP Sudah Bottom? Analis Ini Sebut Reli Besar Bisa Dimulai dari Sini

Kamran turut menyoroti indikator Relative Strength Index (RSI) yang mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah berbulan-bulan bergerak dalam tren penurunan. Kondisi itu dinilai menyerupai fase yang terjadi sebelum XRP memulai reli besar pada siklus sebelumnya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa sinyal bullish baru akan benar-benar terkonfirmasi apabila XRP mampu menembus garis downtrend tersebut secara meyakinkan. Jika kembali gagal melewati resistance, maka harga XRP berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dengan support utama tetap berada di sekitar US$1,10.

Di Tengah Sinyal Bullish, Fondasi XRP Ledger Ikut Diperkuat

Di luar faktor teknikal, ekosistem XRP juga memperoleh perkembangan positif dari sisi fundamental. XRP Ledger Foundation pada Senin (22/6/2026) mengumumkan kerja sama dengan perusahaan keamanan blockchain Common Prefix untuk meningkatkan standar keamanan jaringan XRP Ledger (XRPL).

Kolaborasi tersebut akan difokuskan pada verifikasi formal terhadap mekanisme konsensus XRPL. Pendekatan berbasis matematika itu digunakan untuk memastikan sistem dapat beroperasi sesuai rancangan dalam berbagai kondisi sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin muncul di masa mendatang.

BACA JUGA:  CME Akan Hadirkan Trading XRP 24 Jam Nonstop, Harga Berpotensi Melesat ke US$20

Kerja sama ini melanjutkan hubungan yang sebelumnya telah terjalin antara kedua pihak. Common Prefix diketahui pernah melakukan penelitian dan audit terhadap sejumlah komponen inti XRPL, termasuk menemukan beberapa bug dan edge case yang kemudian diperbaiki melalui pembaruan XRPL versi 3.2.0.

Selain melakukan analisis terhadap mekanisme konsensus, perusahaan tersebut juga akan bertanggung jawab memelihara spesifikasi teknis Payment Engine.

Komponen tersebut merupakan salah satu bagian paling kompleks di XRP Ledger karena menangani pembayaran lintas mata uang, fungsi bursa terdesentralisasi bawaan, Automated Market Maker (AMM), trust line, hingga berbagai proses transfer aset.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan fitur baru seperti lending protocol, vault, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), serta berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi yang tengah dibangun di ekosistem XRPL.

Penguatan fondasi jaringan ini berpotensi menjadi salah satu faktor yang mendukung kepercayaan investor terhadap harga XRP dalam jangka panjang.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait