ZachXBT Tawarkan Hadiah Rp172 Juta untuk Buru Pelaku Pump & Dump

Dugaan manipulasi harga kembali mengguncang pasar kripto. LAB kini menjadi sorotan setelah muncul tuduhan skema pump and dump yang diduga melibatkan market maker dan tim proyek.

Situasi ini membuat investigator kripto ZachXBT turun tangan dengan membuka bounty dengan hadiah sebesar Rp172 juta bagi siapa saja yang memiliki informasi kredibel terkait pelaku utamanya.

ZachXBT Buka Bounty bagi Informasi Pelaku

Lewat tweet yang diunggah pada Kamis (07/05/2026), ZachXBT menyatakan bahwa bounty tersebut kini resmi dibuka untuk siapa saja yang memiliki informasi terkait market maker yang digunakan untuk token LAB di berbagai CEX untuk memanipulasi harga.

Bounty sebesar US$10 ribu kini dibuka untuk informasi berupa paspor/identitas Vladimir Sadvokas atau detail internal market maker (kontrak, chat log, dan lainnya) yang digunakan untuk token LAB di Bitget spot, Bybit perps, Binance perps, maupun OKX perps,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bahaya! 800+ Aplikasi Kripto Jadi Target Trojan Canggih

Ia menilai praktik seperti ini semakin merusak reputasi industri kripto yang sedang berusaha memulihkan kepercayaan publik. ZachXBT bahkan menyebut dirinya sedang berada dalam “war time mode” untuk memburu pelaku pump and dump LAB.

Tweet ZachXBT Terkait Program Bounty - X
Tweet ZachXBT Terkait Program Bounty – X

Kecurigaan terhadap LAB sebenarnya sudah muncul sejak beberapa pekan terakhir. Analis on-chain Specter menyebut LAB sebagai contoh terbaru dugaan skema pump and dump di pasar kripto.

Dalam investigasi yang dipublikasikan pada Jumat (07/05/2026), ia menilai bahwa manipulasi harga kripto kini semakin sering terjadi, terutama pada token dengan likuiditas dan distribusi suplai yang tidak transparan.

Specter juga mengklaim wallet yang diduga terhubung dengan pengembang masih menguasai sebagian besar suplai token. Beberapa wallet bahkan disebut menyimpan alokasi besar yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga di pasar.

Aliran Dana dan Wallet Misterius Token LAB

Investigasi terhadap token LAB mulai memanas setelah ditemukan transfer dalam jumlah besar menuju bursa kripto. Pada awal April, wallet yang diduga terhubung dengan tim LAB dilaporkan menyetor jutaan token bernilai jutaan dolar ke bursa tersebut.

BACA JUGA:  Heboh! Dulu Trader Kripto Tersohor, James Wynn Kini Terseret Rug Pull

“Pada 8 April, wallet crypto yang diduga terhubung dengan tim pengembang LAB (0xe037) dilaporkan menyetor 40 juta token LAB senilai sekitar US$13,6 juta ke Bitget,” ungkap Specter.

Tak berhenti di sana, sekitar sepekan sebelum harga LAB mulai melonjak pada 1 Mei, wallet crypto lain yang juga dikaitkan dengan tim proyek kembali mengirim sekitar 96 juta LAB senilai hampir US$63 juta ke Bitget.

Bagi banyak analis on-chain, pola ini terlihat terlalu terstruktur untuk dianggap kebetulan. Terlebih, distribusi gas fee sebesar 0,14 BNB ke sejumlah wallet juga ditemukan terjadi beberapa hari sebelumnya.

Transaksi yang Dilakukan Pelaku Pump and Dump Token LAB - Specter
Transaksi yang Dilakukan Pelaku Pump and Dump Token LAB – Specter

Specter juga menyoroti satu dompet crypto yang membeli LAB sebelum mengirimnya ke Gate dan Bitget. Wallet tersebut turut dikaitkan dengan perdagangan token lain seperti SkyAI yang sempat melonjak 1.000 persen dalam 30 hari terakhir.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini: ASTEROID Melejit 90.000 Persen, RAVE Tembus US$20

Kasus LAB kini menjadi pengingat bahwa manipulasi pasar masih menjadi ancaman besar bagi industri kripto, terutama di tengah meningkatnya minat investor ritel terhadap token dengan kapitalisasi pasar yang kecil.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait