Zocomo Technology mengusung konsep kepatuhan digital dengan menggabungkan privasi, verifikasi, dan efisiensi melalui zero-knowledge. Proyek ini menargetkan solusi kepatuhan yang tetap selaras dengan regulasi tanpa mengorbankan perlindungan data pengguna.
Melalui peluncuran Initial Exchange Offering (IEO) di Coinstore, Zocomo membuka pintu awal bagi publik untuk mengenal ekosistem dan teknologi yang ditawarkannya, seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan kepatuhan di industri kripto.
Zocomo Mulai IEO Perdana di Coinstore
Coinstore secara resmi mengumumkan penyelenggaraan IEO Zocomo Technology (ZOCO) pada Sabtu (17/01/2026) sebagai bagian dari penguatan ekosistem aset digital berbasis utilitas. Penawaran ini menandai debut publik Zocomo di pasar kripto global.
Token ZOCO akan diperdagangkan di pasar spot Coinstore dengan durasi IEO selama 72 jam. Skema ini dirancang untuk memberikan akses awal yang terstruktur bagi peserta sebelum token masuk ke perdagangan reguler.
Dalam penawaran tersebut, aset kripto asli dari ekosistem Zocomo Technology memiliki total suplai sebesar 1.000.000.000 token. Dari jumlah tersebut, suplai beredar awal ditetapkan sebanyak 66.666.667 token untuk fase IEO.

IEO ZOCO dijadwalkan dimulai pada Jumat, 23 Januari 2026. Sementara itu, listing resmi token ZOCO akan berlangsung pada 26 Januari 2026 pukul 16.00 (UTC+8), membuka perdagangan publik secara penuh.
Zero-Knowledge Jadi Andalan Zocomo Technology
Proyek Zocomo hadir dengan pendekatan berbeda dalam menangani KYC dan KYB. Alih-alih mengumpulkan dan menyimpan data sensitif pengguna, platform ini memanfaatkan kombinasi zkTLS dan Fully Homomorphic Encryption (FHE).
Melalui mekanisme tersebut, aplikasi hanya menerima hasil verifikasi berupa jawaban ya atau tidak, disertai bukti on-chain, tanpa pernah mengakses data mentah pengguna. Informasi pribadi tetap berada di perangkat pengguna dan tidak berpindah ke server pihak ketiga.
“Konsep yang kami tawarkan pada ekosistem Zocomo sangat sederhana namun aman. Kami memastikan setiap data pengguna tetap terjaga tanpa terekspos ke luar lewat kombinasi zkTLS dan FHE,” jelas pihak Zocomo.
Bagi pengguna, sistem ini memungkinkan penggunaan kredensial yang dapat diverifikasi ulang melalui selective disclosure. Sementara bagi perusahaan, pendekatan ini memudahkan audit, menekan risiko kebocoran data, dan tetap selaras dengan ketentuan AML di lima yurisdiksi utama.
Roadmap, Utilitas Token, dan Arah Pengembangan
Saat ini, Zocomo telah memasuki fase closed testnet dengan lebih dari 50 mitra. Fase ini difokuskan pada pengujian kepatuhan DeFi, pencegahan Sybil attack dalam DAO melalui skema one-person-one-vote, serta penerapan age gating untuk akses terbatas.
Pengujian ditopang oleh zero-knowledge layer berbasis SNARK. Teknologi ini memungkinkan pembuatan bukti kriptografi langsung di perangkat pengguna dalam waktu sekitar tiga detik tanpa mengorbankan anonimitas.

Pendekatan tersebut dinilai krusial untuk menjembatani kebutuhan privasi dan kepatuhan. Verifikasi dapat dilakukan tanpa doxxing, sehingga membuka peluang masuknya dana institusional ke dalam ekosistem Web3.
Di sisi utilitas, token ZOCO berperan sebagai tulang punggung ekosistem. Fungsinya mencakup akses fitur privasi, kredensial terverifikasi, staking untuk tata kelola, hingga integrasi layanan premium.
Distribusi token dirancang dengan fokus pada keberlanjutan, di mana 27 persen dialokasikan untuk pengembangan ekosistem selama 60 bulan, disertai skema vesting. Ke depan, Zocomo menargetkan public testnet, mainnet beta dengan DAO voting, hingga ekspansi di Layer-3.
Dengan fokus pada privasi yang tetap selaras dengan regulasi, Zocomo memposisikan diri sebagai solusi praktis bagi aplikasi Web3 yang ingin berkembang tanpa beban pengelolaan data sensitif.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



