5 Strategi Menambang Bitcoin Tahun 2020

Cuan dari menambang Bitcoin senantiasa berubah. Beragam faktor seperti mining difficulty, harga Bitcoin yang berfluktuasi dan halving berdampak terhadap penghasilan dari penambangan kripto. Berikut adalah 5 strategi menambang Bitcoin Tahun 2020.

1, Listrik Harus Murah
Biaya listrik adalah faktor paling penting di industri penambangan dan menentukan apakah akan mendapat cuan atau boncos. Penambang dengan biaya listrik dan perawatan tinggi akan menjadi kelompok pertama yang rugi di saat harga Bitcoin jatuh signifikan. Di sisi lain, para penambang yang punya akses terhadap listrik murah selalu aman dan untung. Mantul kalian, orang Tiongkok!

Saat ini banyak penambang yang bisa mendapatkan biaya listrik US$0,03 hingga $0,04 per kilowatt di negara-negara seperti Tiongkok, Rusia, Georgia dan lain-lain. Jika ingin untung maksimal, penambang harus punya akses terhadap listrik dengan kisaran harga tersebut.

2. Upgrade Mesin Penambang
Terus perbarui mesin penambang, sehingga lebih efisien energi. Mining difficulty sejatinya tidak pernah turun, agar jarak antar block tetap 10 menit. Mining difficulty Bitcoin bertumbuh lebih cepat dibanding harganya, bahkan saat bull market sekalipun. Artinya, secara umum pendapatan dari penambangan akan terus menurun. Agar tidak kalah, penambang sebaiknya menggunakan sebagian keuntungan untuk mengganti mesin lama dengan mesin baru.

Harga Bitcoin melompat dari US$220 pada Agustus 2015 menjadi US$19.500 pada Desember 2017, atau 89 lipat. Di saat yang sama, Mining difficulty Bitcoin meningkat 120 kali. Hal ini memperlihatkan penambangan Bitcoin lebih menguntungkan ketika harganya US$200 dibanding saat harganya US$19.500.

3. Bitcoin Murah, Beli Alat Penambangnya
Sangat disarankan untuk membeli mesin penambang saat harga Bitcoin sedang turun. Harga mesin penambang sangat bergantung kepada harga aset kripto itu. Ketika Bitcoin turun ke angka US$3 ribu pada akhir 2018, harga mesin ASIC merosot lebih tajam dibanding Bitcoin, sehingga menjadi kesempatan bagus untuk membelinya.

Sebaliknya, ketika Bitcoin melambung dari US$3 ribu menjadi $14 ribu pada Juni 2019, harga mesin penambang melompat jauh lebih mahal sebesar enam kali.

4. Halving Bikin Mesin Lama Jadi Loyo
Perhatikankan masa halving. Halving ketiga Bitcoin akan terjadi pada bulan Mei 2020 dan imbalan penambangan akan berkurang dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per 10 menit. Perubahan tersebut akan membuat banyak mesin penambang lawas tidak efektif lagi.

Mesin penambang yang menguntungkan saat ini bisa jadi merugikan setelah halving. Mesin yang lebih efisien energi akan lebih tahan banting terhadap pengurangan imbalan blok. Sejumlah penambang membeli mesin murah untuk balik modal sebelum halving agar dapat membeli mesin baru setelah halving.

5. Mining Altcoin? Pertimbangkan Lagi
Penambangan altcoin bisa jadi lebih menguntungkan daripada Bitcoin, tetapi sekaligus lebih beresiko. Altcoin ternyata lebih volatil dibanding Bitcoin, karena pasarnya tidak seluas Bitcoin, sehingga penambang harus melakukan riset mendalam sebelum membeli mesin untuk menambang altcoin tersebut.

Banyak altcoin yang anjlok sampai 99 persen pada 2018. Ada juga altcoin yang anti mesin ASIC dan berusaha mengalahkan mesin ASIC dengan mengubah algoritma. Harga yang turun atau halving sebuah altcoin memengaruhi altcoin lain dengan algoritma yang sama.

Contohnya, ketika Litecoin yang memakai algoritma Scrypt mengalami halving, para penambang Litecoin hijrah menambang kripto algoritma Scrypt lain, sehingga meningkatkan mining difficulty.

Tidak selalu mudah untuk meraih cuan dari penambangan Bitcoin. Tetapi dengan informasi dan perencanaan yang benar, seseorang bisa mendapatkan keuntungan dari penambangan. Selamat mencoba! [hackernoon.com/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait