8 Alasan Bitcoin dan Ganja Saling Klop di AS

2129

Ternyata, ada 8 alasan Bitcoin dan ganja bisa saling klop seperti kaki dan selop. Wah, kok bisa? Ini ceritanya di Amerika Serikat (AS).

IKLAN

Di AS, nilai transaksi ganja diproyeksikan akan mencapai US$50 miliar (Rp683 triliun) pada tahun 2026. Selain pasar aset kripto, seperti Bitcoin, ganja merupakan pasar yang sedang booming di AS, dan tampaknya kedua pasar ini akan tumpang tindih.

Bitcoin Semakin Tenar
Pada tahun 2017, Bitcoin menembus rekor baru ketika satu unit Bitcoin berharga US$20 ribu (lebih dari Rp273 juta). Kendati kemudian anjlok, harga Bitcoin tetap bertahan di atas US$3 ribu sejak Desember 2018. Bitcoin kini dianggap sebagai alat pembayaran yang bagus di pasar ganja, sebab merupakan solusi non-tunai yang “aman”.

BERITA TERKAIT  Fidelity Tingkatkan Skala Penambangan Bitcoin, Cari SDM Tambahan

Usaha Swasta
Perusahaan-perusahaan swasta seperti SinglePoint, Bitcoin Services dan Global Payout berperan mendorong klop-nya Bitcoin dan ganja. SinglePoint memiliki program pertukaran Bitcoin yang memfasilitasi transaksi menggunakan kartu kredit dan debit.

Sedangkan Global Payout menawarkan layanan ganja legal kepada pelanggannya. Bitcoin Services memberikan layanan escrow dan peranti lunak Bitcoin yang dipakai pengguna ganja.

Solusi Tanpa Bank
Tidak semua pengguna dan toko ganja di AS ingin memakai transaksi tunai. Aset kripto seperti Bitcoin adalah solusi transaksi non-tunai paling nyata. Pelanggan ganja bisa membayar memakai Bitcoin di Point of Sale (POS) manapun.

Di AS penjualan ganja memang ilegal di beberapa negara bagian. Negara bagian yang mengizinkannya, beberapa toko ganja malah tidak bisa difasilitasi oleh bank. Di sinilah pembayaran Bitcoin bisa berperan.

BERITA TERKAIT  Imbal Hasil Obligasi Negatif, Dorong Investasi Bitcoin

Kripto Ganja
Saat ini, ada “aset kripto ganja” yang sengaha dibuat sebagai hasil kolaborasi antara investor dan usaha ganja. Salah satu contohnya adalah Weed. Selain Bitcoin, Weed bisa digunakan untuk transaksi ganja. Setelah Weed diluncurkan, pasar ganja meningkat mencapai kapitalisasi pasar US$60 juta (Rp819 miliar).

Solusi bagi Pasar Berisiko
Pasar ganja terbilang berisiko tinggi, sehingga investor usaha toko ganja mencari pilihan pembayaran yang lebih aman bagi pelanggan mereka. Bitcoin menjadi pilihan yang sangat ampuh. Sejak hadirnya perusahaan kripto seperti PotCoin, CannaCoin dan HempCoin, skandal terkait ganja jauh berkurang. Bagi pengguna yang memakai kripto, sektor ganja bukanlah lagi sektor berisiko.

Promosi Pendaftaran Dompet
Perusahaan ganja menarik perhatian konsumen baru membuat dompet kripto bagi transaksi ganja. Hal itu dilakukan agar tidak ada halangan untuk melakukan pemesanan daring. Ada juga loyalty program dan diskon istimewa untuk membuat pelanggan ganja puas atas layanan mereka.

BERITA TERKAIT  Analis eToro: Pasar Bitcoin Sedang Lesu

Menghindari Pembatasan Federal
Investor ganja memilih kripto sebagai alat pembayaran untuk mengakali pembatasan hukum federal. Contohnya, ketika pemerintah Federal AS membatasi perbankan bagi sektor ganja. Tetapi pelanggan dan toko bisa mudah mengatasinya menggunakan Bitcoin.

Jaminan Kualitas
Rantai pasok (supply chain) ganja terbilang cukup panjang. Penerapan aset kripto seperti Bitocin memungkinkan investor usaha toko ganja bisa mengetahui kondisi produknya dari hulu ke hilir dan menjamin mutunya. [hackernoon.com/ed]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini