spot_img
spot_img

Aksi Pencucian Uang Yuan Digital, Polisi Tiongkok Ringkus 11 Tersangka

Kepolisian Tiongkok menyelidiki kasus penipuan dan pencucian uang yang melibatkan uang yuan digital (e-CNY) dan telah meringkus 11 tersangka.

Polisi di kota Xinmi, provinsi Henan di Tiongkok, menjelaskan pada September lalu korban yang bermarga Qu menerima telpon dari tersangka dengan klaim Qu menerima barang bermasalah atas pesanan yang ia lakukan sehingga akan diberi kompensasi.

Qu menuruti permintaan verifikasi identitas dan mentransfer 200 ribu yuan ke rekening tersangka.

Pencucian Uang di Tiongkok 

Selama penyelidikan, Kepolisian Xinmi menemukan arus uang masuk ke dompet elektronik yang memiliki model transaksi berbeda dari pembayaran daring seperti biasa.

Setelah berkunjung ke bank dan perusahaan pembayaran, polisi menemukan dompet itu mengandung e-CNY dan dimiliki oleh tersangka dengan marga Lin.

Polisi lalu meringkus 11 tersangka atas dugaan pencucian uang memakai e-CNY bagi kelompok penipu yang bermarkas di Cambodia.

Kasus ini menjadi kasus penipuan dan pencucian uang pertama yang melibatkan yuan digital.

e-CNY, yang juga disebut renminbi digital atau e-RMB, adalah uang digital bank sentral terbesar pertama di dunia. Bank Sentral Tiongkok (PBOC) menyatakan e-CNY bukanlah sistem uang yang anonim, tetapi mendukung anonimitas terbatas dengan tingkatan berdasarkan kebutuhan identitas.

“Sangat penting menjaga penyalahgunaan e-CNY dalam tindakan ilegal, seperti penipuan, judi internet, pencucian uang dan pengemplangan pajak dengan cara memastikan transaksi menuruti persyaratan hukum terkait,” jelas PBOC.

Utamanya, PBOC mengatakan sistem e-CNY mengumpulkan informasi transaksi lebih sedikit dibanding pembayaran elektronik tradisional. Uang digital ini tidak menyediakan informasi ke pihak ketiga atau badan pemerintah kecuali dipersyaratkan oleh hukum dan regulasi.

Transaksi Yuan Digital Mencapai US$9,5 Milyar

140 juta warga Tiongkok telah mengunduh dompet bagi yuan digital per Oktober dan memakainya untuk transaksi dengan total volume 62 milyar yuan, setara US$9,5 milyar.

Usaha Tiongkok dalam bidang uang digital termasuk yang paling maju secara global. Telah ada beragam uji coba dan proyek rintisan beragam skenario pembayaran yang dijalankan sejak tahun lalu.

Kendati demikian, Dirjen Institut Uang Digital PBOC, Mu Changchun, berkata belum ada tanggal resmi bagi peluncuran uang digital bernama e-CNY tersebut. [forkast.news/ed]


spot_img

Terkini

spot_img

Terkait