Analis Bloomberg: Belum Ada Alasan Bitcoin Berhenti Diapresiasi

Mike McGlone, Analis dari Bloomberg Intelligence mengatakan, belum ada alasan Bitcoin berhenti diapreasi sebagai kelas aset baru yang bernilai tinggi. Hal itu disampaikan McGlone di Kitco News, Kamis lalu.

“Hal utama soal Bitcoin adalah saya belum melihat Bitcoin bisa berhenti, sebagaimana selama ini dia diapresiasi,” kata McGlone.

McGlone menunjukkan bahwa harga Bitcoin memiliki sejarah penambahan nol, dari US$100 menjadi US$1.000 dan kemudian US$10.000. Dia mencatat bahwa harga aset kripto itu telah terkonsolidasi selama tiga tahun terakhir.

Dia juga yakin bahwa ketika Bitcoin kian matang, ia akan diperdagangkan lebih tinggi seperti emas, yang merupakan store of value dan tidak seperti saham, yang merupakan aset berisiko.

BERITA TERKAIT  Semakin Dalam, Marsh-IBM Bikin Blockchain Bukti Asuransi

Dia mencatat bahwa Bitcoin dan emas memiliki korelasi erat satu sama lain tahun ini, yang dia yakini akan bertahan. Kekuatan makroekonomi yang sama disebutkan akan mendorong harga emas naik lebih tinggi termasuk Bitcoin.

McGlone menjelaskan bahwa tanda-tanda kematangan Bitcoin adalah lebih banyak adopsi, volatilitas yang lebih rendah dan pola perdagangan yang lebih mirip dengan emas.

“Bitcoin mengikuti pola gerak harga emas. Emas mencapai tertinggi baru, tetapi lingkungan makroekonomi menurut saya cukup signifikan: utang yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap PDB, pelonggaran kuantitatif, suku bunga negatif, itu membuat hal-hal seperti emas dan Bitcoin terlihat menarik,” jelasnya. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO