Sumber anonim di tubuh Bank Sentral Tiongkok memastikan bahwa mata uang digital renminbi yang “bocor” pada 15 April 2020 lalu masih dalam tahap ujicoba.

“Bank Sentral Tiongkok mulai meneliti mata uang digital pada tahun 2014. Penelitian saat ini dan pengembangan renminbi digital akan terus berkembang. Renminbi digital pada dasarnya telah menyelesaikan rancangan dan standar tingkat atas. Renminbi digital kelak akan menggantikan lapisan mata uang (M0) alias mata uang yang beredar sama seperti uang biasa sebelumnya. Selain itu anonimitas juga dapat dikendalikan,” kata sumber itu, sebagaimana yang dilansir dari media lokal CCTV.com, 19 April lalu.

CCTV (China Central Television) bernaung di bawah China Media Group, dikendalikan oleh Pemerintah Pusat Tiongkok.

Sumber itu juga disebutkan bekerja di Digital Currency Research Institute (DCRI) yang merupakan lembaga khusus Bank Sentral Tiongkok dalam meneliti dan mengembangkan mata uang digital itu.

Sumber itu juga menegaskan, bahwa renminbi digital dalam sistem DC/EP (Digital Currency/Electronic Payment) yang diujicoba itu bukan bermakna renminbi digital sudah secara resmi diterbitkan.

“Ini adalah pengujian tertutup dan tidak akan mempengaruhi tataran operasional pihak-pihak yang terlibat. Ujicoba itu tidak juga akan menganggu mata uang renminbi biasa, pasar keuangan, ekonomi dan sosial Tiongkok,” sebut sumber itu. [CCTV/red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO