CEO Circle: Bitcoin adalah “Safe Haven Asset”

Harga Bitcoin naik turun selama beberapa pekan terakhir. Sebagian pihak pesimis terhadap masa depan Bitcoin, sebagian lagi yakin Bitcoin justru semakin bertahan sebagai safe haven asset di tengah situasi ekonomi dunia yang tak pasti.

Menyusul pernyataan Donald Trump pada awal pekan lalu, bahwa penaikan tarif impor dari Tiongkok berikutnya senilai dengan US$300 miliar. Bitcoin melonjak hingga US$11.700. Sementara itu, pasar saham justru rontok. Ini dipandang sebagai pemicu krisis ekonomi di AS dan bisa menjalar ke negara lain dan Bitcoin bisa menjadi alternatif aset selain emas.

Di antara peristiwa perang dagang, Bitcoin sempat sekejap masuk ke wilayah U$10.300, lalu turun sebesar US$1.400 sejak awal Agustus. Tapi kini Bitcoin mulai merangsek dan hinggap di US$10.700.

“Secara jelas kita lihat bahwa aset digital seperti Bitcoin menarik banyak orang untuk menaruh uang ke dalamnya. Mereka membeli Bitcoin karena mereka bisa mengendalikannya secara penuh,” kata CEO Circle Jeremy Allaire kepada CNBC pagi ini.

Allaire menambahkan, anggapan seperti itu sebenarnya sudah berlangsung lama. Bitcoin sebagai “emas digital” akan semakin diminati, baik oleh kalangan pribadi ataupun institusi.

“Khusus kalangan pribadi, pembelian terhadap Bitcoin akan lebih tinggi terjadi di negara-negara yang kendali modalnya sangat ketat oleh negara. Itulah yang saya pikir berdampak pada kenaikan Bitcoin selama kurang lebih 8 tahun ini,” kata Allaire. [Decrypt/vins]

Terkini

Warta Korporat

Terkait