Vinsensius Sitepu

664 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).
Untuk pertama kali sepanjang sejarah, harga Bitcoin (BTC) melampaui nilai hash rate penambangannya. Apakah ini mencerminkan kepercayaan diri para penambang untuk terus bertahan, di tengah permintaan Bitcoin yang tinggi?
Pada petang hari, 12 Maret 2020 lalu, harga Bitcoin terjun bebas ke US$5.910 dari US$7.349 kurang dari 2 jam. Pasar Bitcoin turun drastis lebih dari 24 persen dalam 24 jam terakhir. Ketika itu harga Raja Aset Kripto berdarah sejadi-jadi, untuk tak menyebut sebuah peluang beli yang terlewatkan.  Berikut adalah nukilan lengkap artikel yang diterbitkan pada 12 Maret 2020 pukul 16:16 WIB.
Momen “tergila” terjadi pada 4 Mei 2017 lalu, ketika ma­ta uang digital bitcoin tembus hingga Rp20,5 juta per BTC atau setara dengan US$1.527 (bitcoin.co.id). Harga itu adalah harga ter­tinggi yang mampu ditem­bus bitcoin sepanjang masa, sejak kelahi­rannya pada 2008 silam.
Coinbase hentikan perdagangan aset kripto XRP mulai 19 Januari 2021 mendatang. Hal itu terkait gugatan hukum oleh Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat terhadap Ripple Labs.
Menyusul Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat yang menggugat Ripple, publik bertanya bagaimana kelak nasib aset kripto XRP?
Ruchir Sharma, Kepala Strategi Morgan Stanley mengatakan bahwa kehadiran Bitcoin jenis aset kripto lainnya adalah peringatan penting kepada pemerintah soal penerbitan uang fiat yang tak terbatas.
Danny Baskara Pendiri Vexanium mengatakan bahwa teknologi blockchain akan tetap jadi tumpuan masa depan teknologi keuangan. Penerapannya di Indonesia masih terbuka lebar, karena menjanjikan efisiensi dari segi biaya dan waktu.
Pada tahun-tahun mendatang, pembayaran menggunakan aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC) akan menjadi lazim. Kini, sejumlah perusahaan mengujicoba dan membuat perangkat khususnya. Salah satunya adalah dalam bentuk mesin kasir digital alias Point of Sale (POS) buatan SecuX asal Taiwan ini.
Situs Yakinsehat.id yang fokus membahas seputar akupuntur, menggunakan teknologi blockchain agar pembaca bisa memverifikasi perubahan naskah setiap artikel.
Michael Saylor, CEO MicroStrategy menegaskan bahwa Bitcoin dijadikan sebagai aset cadangan utama (primary treasury reserve) perusahaan yang dipimpinnya itu. Menurutnya, perusahaan besar lain akan lebih menyadarinya dan ikut serta.