Minggu, 22 September 2019
Penulis Dikirim oleh Vinsensius Sitepu

Vinsensius Sitepu

Avatar
327 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).
Inilah yang diharapkan dapat menggenjot kenaikan harga Bitcoin di kemudian hari: Ada potensi pembelian Bitcoin dalam jumlah besar oleh institusi+para penambang menaiktrafkan mesin-mesin penambangannya+menanti event terbesar, yakni Bitcoin Reward Halving pada Mei/Juni 2020 mendatang.
Eric Choy, Director of Crypto Market Research di BXB menegaskan bahwa Bitcoin turun ke US$9.600 sebenarnya masih di atas support line, US$9.400 dalam beberapa bulan terakhir ini. Pun itu sudah melonjak hingga 4 kali lipat sejak Juni 2019. Jadi, kesuraman belum merambah Bitcoin, setidaknya saat ini.
Institusi (perusahaan ataupun organisasi non bisnis) kerap diharapkan terlibat lebih dalam di investasi aset kripto, khususnya Bitcoin. Ini menjadi salah satu tolak ukur meningkatnya keyakinan publik terhadap kelas aset baru tersebut, karena mereka diwajibkan melakukan pembelian dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada kelas retail.
Bitcoin kian anjlok, berdasarkan data dari Coindesk pukul 12.00 WIB, Bitcoin mengalami penurunan hingga 3,63 persen atau sekitar US$371,81 (Rp5,2 juta). Bos Indodax, Oscar Darmawan menilai penurunan ini sangat wajar.
Masih jauh dari tengah hari ini, pada pukul 8 pagi WIB, Bitcoin tiba-tiba melorot 3,3 persen, dari US$10.200 menjadi US$9.862. Tukikan ini cukup signifikan, mengingat 24 jam sebelumnya Raja Kripto ini diperdagangkan "stabil" di kisaran US$10.197-10.200 per BTC.
Beda Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, beda pula dengan Warner Music Group. Tahun lalu Bekraf-melalui proyek Portamento-kerap mendengung-dengungkan betapa pentingnya teknologi blockchain bagi kesejahteraan musisi Indonesia dan siap menerapkan itu. Selang beberapa waktu tak terdengar lagi gaungnya, hingga Warner Music Group hendak bermain di arena yang sama dengan nilai investasi yang tak main-main.
Kalau Anda melihat logo Bitcoin di kaos seorang teman itu sudah biasa, tapi berbeda rasanya kalau logo Bitcoin "B" itu ada di seragam klub sepakbola Watford, Inggris. Kata sang sponsor, yakni Sportsbet.io, dengan adanya logo di seragam itu akan mempercepat kesadaran banyak orang tentang mata uang kripto Bitcoin dan mau membeli sejumlah produk yang menarik di situs web Watford.
Data terbaru menunjukkan, bahwa 40 persen dari Generasi Milenial (Generasi Y) di Amerika Serikat (AS) lebih memilih untuk berinvestasi aset kripto jikalau kelak terjadi resesi ekonomi.
Miliarder Belanda John de Mol yang terkenal dengan acara televisi “Big Brother”, pada hari Senin (9/9/2019) mengatakan ia akan meminta Pengadilan Distrik Amsterdam untuk segera menuntaskan kasus iklan Bitcoin di Facebook yang mencatut namanya. Atas “iklan palsu” yang merugikan citranya itu, John menuntut Facebook untuk segera memenuhi langkah yang tepat dan benar.
Perusahaan Tether yang tenar dengan kripto USDT-nya, telah meluncurkan stablecoin yang didukung mata yuan Tiongkok. Kripto baru bernama CNH itu akan berjalan di atas blockchain Ethereum sebagai token ERC-20.