Rabu, 26 Juni 2019
Penulis Dikirim oleh Vinsensius Sitepu

Vinsensius Sitepu

Avatar
289 KIRIMAN 0 KOMENTAR
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan.
Joseph Lubin, salah seorang pendiri Ethereum mengkritik Libra sebagai mata uang kripto yang sentralistik. Kata Lubin, Libra itu ibarat "serigala kripto berjubah domba".
Sagar Chaudhury, analis eToro pagi ini mengatakan secara fundamental Bitcoin masih sangat kuat, kendati setelah menyentuh US$11 ribu, lalu turun hingga US$10.700.
Untuk kedua kalinya dunia menyaksikan keunggulan nilai Bitcoin, ketika raja kripto itu menanjak di US$11.400 (Rp157 juta) pada 22 Juni 2019 malam. Pendatang baru pastilah takjub, termasuk mereka yang mungkin sebelumnya membeli di harga puncak US$20.000, 17 Desember 2017, lalu menjualnya rugi. Tak ada yang menyangka dan sulit pula disangkal. Namun, begitulah adanya, kelas aset baru ini memang membuat kita terkejut dan terheran-heran. Di sisi lain, investor yang sempat kecewa, pun mencoba kembali menjamah batin Bitcoin.
Harga Bitcoin naik lagi sebesar 5 persen dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data dari Coinmarketcap, ketika berita ini disusun harga Bitcoin secara global diperdagangkan rata-rata di kisaran US$8.600. Berdasarkan data dari Binance, sebelumnya pada pagi hari ini, pukul 06.53 WIB, Bitcoin sempat menyentuh US$8.720. Apa sebabnya?
Setelah Catlin Long berspekulasi bahwa GlobalCoin milik Facebook bisa memberikan keuntungan besar kepada sejumlah mitra banknya, kali ini kabar terbaru datang dari Wall Street Journal (WSJ). Dilansir dari Coindesk, menurut sejumlah sumber WSJ, GlobalCoin Facebook didukung oleh banyak perusahaan raksasa, di antaranya: Visa, Mastercard, PayPal, Uber, Stripe, Booking.com dan MercadoLibre.
Bitcoin jelas sebagai investasi alternatif, karena memberikan keuntungan besar. Namun karena harganya yang sangat volatil, sejumlah analis mengakui sulit untuk memprediksi harga Bitcoin. Kendati demikian, penggunaan sejumlah indikator sederhana bisa membantu para trader jangka pendek.
Bursa kripto besutan John McAfee, Mcafeemagic.com, resmi meluncur hari ini, setelah 10 hari yang lalu ia umumkan melalui akun Twitternya.
Penyedia layanan kirim uang lintas negara, SendFriend memastikan menggunakan teknologi xRapid buatan Ripple Labs. SendFriend yang berbasis di Filipina itu juga diketahui terafiliasi dengan Coins.ph, sebuah perusahaan blockchain yang belum lama ini diakuisisi oleh GoPay (PT Dompet Anak Bangsa) yang merupakan anak perusahaan GoJek (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa).
Selama 6 hari berturut-turut, transaksi di dApp (Decentralized Application) di Blockchain Tron meningkat melampaui Ethereum. Berdasarkan pantauan di Dapp.review, pada 6 Juni 2019 transaksi Tron mencapai 728 ribu, sedangkan Ethereum hanya 62 ribu.
Ilmuwan komputer Massachusetts Institute of Technology (MIT), Profesor Stuart Madnick mengatakan, teknologi blockchain belum sepenuhnya aman, sebagaimana yang diklaim para pendukungnya.