spot_img
spot_img

DeFi Kian Panas, Glitch (GLCH) Segera Mendarat di Indodax

Glitch adalah platform dengan Decentralized Finance (DeFi) di atas teknologi blockchain, sebagai bentuk dukungan kepada sistem keuangan desentralistik. Indodax akan memperdagangkan kripto Glitch (GLCH), besok, Rabu (19 Mei 2021). 

Glitch Project memang masih seumur jagung, namun tim Glitch sudah memiliki fondasi yang solid dan fokus dalam sektor DeFi yang bernilai miliaran dolar.

Selain itu, Glitch memiliki mitra yang cukup ternama seperti Spark Digital, Router, Bonded Finance, Cellframe, bahkan Polygon

DeFi

Belakangan ini, sangatlah sulit mengabaikan popularitas DeFi yang sistemnya jauh lebih efisien berbanding menggunakan sistem keuangan tradisional.

Mengapa lebih efisien? Berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang sentralistik, DeFi beroperasi secara transparan dan dibangun di atas teknologi blockchain publik.

Ini adlaah solusi bagi masalah transparansi dan keamanan dalam sistem yang lama.

Pasar menyambut baik sektor DeFi sejak November 2020. Hal ini terbukti dari nilai pasar yang saat itu baru sekitar US$11,6 miliar, kini mencapai US$77,9 miliar berdasarkan data DeFiPulse.com.

Popularitas DeFi banyak memacu perusahaan-perusahaan startups berinovasi soal sistem masa depan yang pada umumnya berkategorikan Lending, DEX (Decentralized Exchange), Derivatives, Payments dan Assets itu.

Aset Kripto Glitch (GLCH)

Serupa dengan proyek blockchain-aset kripto lainnya, Glitch memiliki kripto khusus, bernama Glitch (GLCH). 

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, per 17 Mei 2021, nilai pasarnya berada di peringkat ke-465 di kisaran harga $1,04 atau sekitar Rp14.820.

“Saat ini GLCH masih berjalan di blockchain Ethereum. Kelak ketika blockchain sudah berpindah ke main net, maka GLCH (kelak berkategori coin) siap beralih ke blockchain Glitch sendiri. Kami merancang blockchain yang jauh lebih cepat dengan biaya transaksi murah dibandingkan blockchain lain,” ujar Sean Ryan, CEO Glitch.

Glitch DEX (GEX)

Glitch memiliki beberapa rencana untuk meluncurkan program baru, menyusul, aset kripto Glitch akan diperdagangkan di bursa terbesar di Indonesia, Indodax pada 19 Mei 2021 mendatang.

Menurut Sean Ryan, pihaknya sedang mempercepat hadirnya aplikasi Glitch DEX (GEX). GEX adalah Glitch Decentralized Exchange, bursa aset kripto desentralistik yang akan berjalan di blockchain Glitch sendiri.

Selain itu, baru saja hadir Glitch Bridge, perluasan dari program imbalan liquidity provider (LP). [rel]

spot_img

Terkini

spot_img

Terkait