spot_img
spot_img

Di Luar Perkiraan, Bitcoin dan Emas Melorot Setelah Pidato Ketua The Fed

Di luar perkiraan, harga Bitcoin dan emas justru melorot setelah pidato Jerome Powell Ketua The Fed kemarin, terkait inflasi di AS.

Harga emas dan Bitcoin turun secara bersamaan setelah pidato Powell kemarin. Reaksi kedua aset tersebut cukup mengejutkan, karena dianggap lindung nilai terhadap inflasi.

Ada tiga alasan utama dapat menyebabkan aksi jual di pasar Bitcoin setelah pidato tersebut. Alasan utama adalah trader mengharapkan adanya overshoot inflasi kecil dan fase konsolidasi yang sedang berlangsung.

Beberapa hari sebelum pidato itu, sejumlah trader emas dan Bitcoin berharap besar, bahwa The Fed meningkatkan kebijakan inflasinya.

Analis senior Kitco.com Jim Wyckoff mengatakan trader sudah mengantisipasi pidato tentang inflasi. Tapi, alih-alih menaikkan suku bunga, The Fed malah memperkenalkan konsep “inflasi rata-rata”.

Itu bermakna tingkat inflasi akan rata-rata menjadi 2 persen dari waktu ke waktu, dan mungkin meningkat sementara selama periode tertentu. Di luar harapan pasar, yakni inflasi bisa lebih besar, aksi jual pun tak bisa dihindarkan.

“Untuk mencegah hasil ini dan dinamika negatif yang dapat terjadi, pernyataan baru kami menunjukkan bahwa kami akan berupaya mencapai inflasi yang rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, periode berikutnya ketika inflasi telah berjalan di bawah 2 persen, kebijakan moneter yang sesuai kemungkinan besar akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2 persen untuk beberapa waktu,” kata Powell .

Sebelum pidatonya, beberapa ahli strategi juga mengatakan bahwa pasar mungkin tidak percaya The Fed akan mendorong tingkat inflasi lebih tinggi.

“Kredibilitas bank sentral sangat penting. Saat ini, mereka tidak memiliki kredibilitas bahwa mereka bisa atau bersedia untuk membiarkan inflasi lebih tinggi dari 2 persen, dan itu masalahnya,” kata Tom Graff dari Brown Advisory, dilansir dari Forbes.

Bitcoin dan Emas Sudah Terkonsolidasi
Sebelum pidato tersebut, Bitcoin dan emas berkonsolidasi setelah reli yang eksplosif sepanjang Juli dan Agustus 2020.

Bitcoin naik menjadi US$12.486 berdasarkan data dari bursa aset kripto Coinbase, 17 Agustus 2020, mencapai tertinggi tahunan baru.

Momentum melemahnya Bitcoin dan emas mungkin bertepatan dengan pidato yang tidak bersemangat dari Powell, menyebabkan penurunan semakin meningkat.

Tapi, Adam Koos Presiden Libertas Wealth Management Group, mengatakan dia memperkirakan harga emas akan naik ke rekor tertinggi baru pada akhir tahun.

“Untuk sementara saya menarik diri dari emas, sembari memantau pergerakan dua minggu ke depan yang mungkin cenderung sideways. Setelah itu saya mengharapkannya untuk menuju ke tertinggi baru sepanjang masa pada akhir tahun ini,” kata Koos.

Berdasarkan siklus Bitcoin Halving sebelumnya, peluang Bitcoin melihat level tertinggi baru sepanjang masa di tahun 2021 juga tetap tinggi.

Dalam siklus bullish sebelumnya, Bitcoin mengalami periode konsolidasi yang lama setelah reli besar.

Itu membantu memperkuat fondasi aset kripto yang terdominan untuk reli di masa depan. Baik analis emas dan Bitcoin secara umum tetap optimis terhadap pelemahan terbaru ini, bahkan persepsi pasar masih tergolong tidak berlebihan. [red]

spot_img

Terkini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terkait