Di Paris, Bayar Bitcoin untuk Belajar Blockchain

43
IKLAN

Sekolah Bisnis Financia, Paris, kini mengajarkan blockchain dan menerima pembayaran dalam uang kripto dari siswanya, Bitcoinist melansir Sabtu (27/10).

Sekolah yang didirikan pada tahun 2014 itu menawarkan gelar master dan kualifikasi MBA (Master of Business Administration), menawarkan mata kuliah di bidang fintech dan termasuk salah satu lembaga pendidikan yang mengajarkan teknologi blockchain di Perancis. Sejumlah alumni Financia bekerja di perusahaan layanan keuangan dan perbankan, seperti BNP Paribas, Societe Generale dan Credit Agricole.

Financia terus memelajari perkembangan di sektor finansial dan berusaha tetap di baris terdepan teknologi keuangan. Sebanyak 25 persen siswa Financia adalah siswa asing, sehingga pembayaran biaya pendidikan menjadi rumit. Karena itu, pihak Financia mulai menerima pembayaran dalam kripto untuk mempermudah proses tersebut serta melacak dan mengamankan transfer uang.

Pembayaran dengan kripto hanyalah langkah pertama dalam perkembangan sekolah tersebut di bidang teknologi blockchain. Selain itu, Financia juga berencana menciptakan token untuk pembayaran layanan di dalam lingkungan sekolah serta institusi mitra, meluncurkan Proof of Concept proyek-proyek blockchain dari siswa dan untuk siswa, serta mata kuliah dukungan mengenai blockchain, initial coin offering (ICO) dan token digital.

Sekolah bisnis tersebut bermitra dengan startup blockchain Coin Capital, yang juga bermarkas di Paris, untuk memfasilitasi proses pembayaran kripto dan mendukung siswa. Sejauh ini sudah ada lima siswa yang membayar biaya sekolah dalam uang kripto untuk tahun ajaran 2018. Salah satu siswa tersebut adalah Adam Hasib, yang berkata investasi dininya di Bitcoin membantu ia melunasi biaya pendidikan.

“Saya mulai tertarik dengan teknologi ini dari awal dan jadi pengikut setia model desentralisasi blockchain. Saat bulan Juni 2017 saya sudah mendapatkan Bitcoin pertama saya, sehingga saya mampu membayar deposit pendaftaran di Financia,” jelas Hasib.

Selain Paris, Sekolah Ekonomi London meluncurkan kursus bertajuk “Investasi dan Disrupsi Kripto” pada bulan Juli 2018. Sebuah studi di Amerika Serikat bulan September mengungkap 9 persen mahasiswa asal AS di seluruh dunia sudah daftar untuk kelas terkait blockchain, dan 26 persen berkata akan melakukan hal yang sama.

Universitas Stanford di A.S adalah perguruan tinggi terbaik dengan jumlah mata kuliah uang kripto dan blockchain terbanyak di dunia, seperti yang diungkap sebuah studi pada bulan Agustus 2018. Studi itu juga menemukan 40 persen dari 50 universitas terbaik di dunia saat ini menawarkan setidaknya satu mata kuliah yang meliputi blockchain atau kripto.

Permintaan terhadap tenaga kerja blockchain dan kripto juga meningkat pesat. Glassdoor, sebuah platform bursa tenaga kerja, mengungkap posisi pekerjaan di industri kripto di A.S meningkat 300 persen dari 2017 hingga 2018. Firma rekrutmen Robert Walters menemukan ada 50 persen peningkatan lowongan kerja serupa di Asia sejak 2017. [ed]

 

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini