Ditopang Civil, Associated Press “Bersekutu” dengan Blockchain

Pada 28 Agustus 2018, melalui blog resminya, Civil Media Company mengumumkan berkolaborasi dengan Kantor Berita Associated Press (AP) untuk menerapkan teknologi blockchain di bidang jurnalistik. Dengan blockchain, AP kelak mampu mengamankan aspek hak cipta atas konten yang dibuat oleh kantor berita yang didirikan pada tahun 1846 di New York itu. Langkah itu sekaligus hendak memunculkan model jurnalistik baru secara global dan masif.

“Penerapan blockchain di dunia jurnalistik memampukan para pengelola media dalam tiga hal utama, yakni pembuktian kepemilikan atas karya jurnalistik, menggunakan smart contract terhadap pemberian lisensi konten kepada media massa lain dan pemanfaatan aspek imbalan (reward) terhadap konten yang bermutu sekaligus sebagai instrumen dalam pengembangan komunitas media massa,” tulis Matt Collidge Pendiri Civil.

Dalam aspek pertama, Collidge mencontohkan sebuah foto dapat lebih mudah dilacak, diketahui dan dibuktikan siapa yang membuat dan siapa saja yang berhak menggunakannya. Karena berada di dalam sistem blockchain yang desentralistik dan peer-to-peer network, maka foto tersebut tidak dapat diubah bahkan dihapus. Artinya dari segi keamanan, blockchain menjamin foto tak dapat diretas.

Dalam blog tersebut Collidge mengutip peryataan Jim Kennedy, Wakil Presiden AP. Kata Kennedy, AP telah masuk ke ranah digital dan menerapkannya pada bisnis inti selama lebih dari 20 tahun. Civil dianggap memberikan ruang baru yang dapat dieksplorasi lebih jauh, sekaligus untuk menegaskan visi jurnalisme bermutu.

“Kami sangat bersemangat mengambil langkah kerjasama ini dan menunjukkan nilai-nilai AP kepada mitra dan klien kami di banyak negara,” tegas Kennedy.

Hingga tahun 2016, berita-berita yang dibuat AP diterbitkan oleh lebih dari 1300 surat kabar, radio dan televisi di seluruh dunia. AP kini mengoperasikan 263 kantor biro di 106 negara, termasuk AP Radio Network yang melayani banyak pelanggan di luar Amerika Serikat.

Selain AP, Civil telah bekerjasama dengan organisasi jurnalisme lainnya, di antaranya International Center for Journalists (ICFJ), European Journalism Centre (EJC), Reynolds Journalism Institute (RJI) di Missouri School of Journalism, Departemen Komunikasi dan Jurnalisme di Universitas Southern California dan Journalism and the News Co/Lab di Universitas Arizona. Pada 18 September 2018 mendatang Civil akan memulai proses Initial Coin Offering (ICO) untuk token CVL. Token ini nantinya digunakan sebagai aspek imbalan konten media massa, sekaligus sebagai metode pembayaran di dalam sistem.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, dengan teknologi blockchain, informasi digital termasuk konten publikasi tersebut, tak dapat dihapus berdasarkan protokolnya. Di titik ini, harapan ideal permanensi data tercapai, termasuk seperti konten media massa itu. Berkat blockchain, konten digital di steemit.com, misalnya permanen dan tak dapat dihapus selamanya, baik itu si penulis maupun pengelola teknologi blockchain steemit itu sendiri.

Dalam tingkatan yang lebih tinggi, karena blockchain memungkinkan disematkan smart contract, maka paramater khusus dapat disematkan ke dalamnya. Misalnya, dapat ditentukan durasi publikasi di website, misalnya 30-60 hari sesuai kesepakatan antara pemasang advertorial (klien) dengan pengelola media massa. Jadi, di sini yang menjamin adalah sistem di atas sistem, yakni smart contract dan isi smart contract itu sendiri. Sebab perlu dirancang smart contract yang tidak sederhana untuk menjamin timbulnya kepercayaan (trust) yang lebih kukuh.

Blockchain sejatinya masih hijau dan perlu eksplorasi yang lebih dalam, khususnya dalam konteks media massa dan industri komunikasi massa. Blockchain akan mengubah wajah itu secara fundamental dan serta merta menjadi kekuatan utama, sekaligus inovasi dan tantangan baru. Adaptasi memang sedang dimulai. [vins]

 

Terkini

Warta Korporat

Terkait