Donald Trump: Saya “Bukanlah Sebuah Kipas Angin” Bitcoin

1375

Pagi ini terasa istimewa, karena Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencuit: I am not a fan of Bitcoin and other Cryptocurrencies, which are not money, and whose value is highly volatile and based on thin air. Unregulated Crypto Assets can facilitate unlawful behavior, including drug trade and other illegal activity….

“Saya bukanlah penggemar Bitcoin dan sejumlah mata uang kripto (cryptocurrencies) lainnya. Itu bukanlah uang yang nilainya sangat volatil. Aset kripto yang tidak diatur bisa memicu tindakan melawan hukum, termasuk perdagangan narkoba dan kegiatan ilegal lainnya,” kata Trump.

Kalimat Bapak Presiden itu sangatlah menarik kalau diulik lebih dalam, sebab—alih-alih—mungkin ia ingin menghempas definisi Bitcoin sebagai “uang”, tetapi ia tetap menggunakan kata “cryptocurrencies” alias “mata uang kripto”.

BERITA TERKAIT  Menakar 2 Ideologi Bitcoin

Di sini kita bisa saja beragumen “secara naif” seperti ini: Well, Pak Presiden, Bitcoin memang bukanlah “uang”, tetapi “mata uang kripto” seperti yang Anda sebutkan sendiri.

Bahwa nilainya sangat volatil, ya benar kami setuju. Bahwa ia “based on thin air” sebagian dari kami bisa jadi setuju, namun ada mekanisme matematis di baliknya. Tapi, bukanlah uang dolar Amerika Serikat juga “based on thin air?” Sebab, sejak 1971, nilai uang dolar AS tidak lagi dipatok dengan cadangan emas. Presiden pendahulu Anda yang mengumumkan itu, yakni Bapak Presiden Richard Nixon.

Lantas, jikalau uang dolar AS memiliki nilai dan dijadikan sebagai standar perdagangan global, mengapa nilainya turun dalam rentang 20 tahun terakhir, bahkan 100 tahun terakhir? Karena kita tahu uang dolar AS yang beredar sangat banyak. Sedangkan Bitcoin jumlahnya sangat terbatas! Itulah sebabnya kami mencintai Bitcoin, wahai Bapak Presiden Donald Trump.

BERITA TERKAIT  Prediksi Harga Bitcoin: Rp140,4 Juta pada 25 Februari 2020

Cuitan Trump itu pun langsung dibalas oleh sejumlah pegiat kripto, seperti Pompliano, Justin Sun dan Nick Szabo.

Pompliano membalas cuitan Trump, “Jikalau argumen Anda bahwa Bitcoin ‘based on thin air’, maka argumen kami adalah Bitcoin berlandaskan matematika. Siapakah yang kami harus percayai. Saya menunggu jawaban dari teman yang lain.”

Sementara itu Justin Sun, Pendiri Tron Foundation merasa ada “peluang berpromosi” dengan balasan, “Pak Presiden, Anda keliru gara-gara berita yang tak benar (fake news). Bitcoin dan blockchain adalah peluang terbaik bagi Amerika Serikat. Saya mengundang Anda di acara makan siang kami bersama Warren Buffet pada 25 Juli nanti. Saya jamin, setelah makan siang, Anda mendapatkan pengetahuan yang lebih soal kripto.”

Bagi saya, ini adalah promosi besar-besaran bin “maha gratis: terhadap Bitcoin oleh presiden negara besar itu. Lagipula ini bisa jadi adalah drama episode baru, karena uang dolar semakin terguncang dengan sistem uang elektronik seperti Bitcoin dan sejumlah teknologi Blockchain lainnya.

BERITA TERKAIT  Saldo Bitcoin Lebih Rp130 Miliar, Tapi "Kaum Whale" Masih Terhitung Miskin

Anda bukan “a fan of Bitcoin“, Pak Presiden? Ya, kami tahu Anda bukanlah sebuah “kipas angin (fan)”. Biarkan Bitcoin ini semakin panas dan Anda berjasa besar “memanaskan” pasar hari ini. Sampai bertemu di pasar kripto, Mr. Trump! [*]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO

Berita sebelumyaSWIPE Gelar IEO di Tokenomy dan Tokocrypto
Berita berikutnyaBursa Bitcoin di Jepang Diretas, Rp450 Miliar Melayang
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).