spot_img
spot_img

Gabriel Rey, CEO Triv: Bitcoin Bakal Alami Koreksi

Gabriel Rey, CEO bursa aset kripto Triv, mengungkapkan bahwa harga Bitcoin bakal alami koreksi dalam beberapa pekan mendatang. Waspadai “MtGox Effect” bernilai Rp37,9 triliun.

“Harga Bitcoin kemungkinan besar mengalami tekanan dalam beberapa pekan mendatang. Per 10 Desember 2020 misanya, data on-chain menunjukkan outflow terbesar sejak tahun 2018 oleh sejumlah penambang Bitcoin. Ini adalah aksi jual oleh pemasok Bitcoin baru itu,” tegas Rey dihubungi melalui Telegram hari ini.

Selain itu, tambah Rey, banyak holder lama yang mulai menjual Bitcoin-nya untuk take profit. Data itu terlihat jelas berdasarkan data dari Glassnode.

Sejumlah data senada terkait “MtGox liquidation” menunjukkan akan mencairkan Bitcoin kepada para nasabah MtGox paling lambat 15 Desember 2020 ini.

[ethereumads]

“Jumlahnya mungkin cukup signifikan, yakni 150.000 BTC atau setara dengan Rp37,9 triliun dengan kurs hari ini,” sebutnya.

Rey menyoroti, bahwa selama lebih dari 4 tahun, bulan Januari selalu merupakan masa Bitcoin mengalami koreksi, belum lagi terkait Chinese New Year dan tax calendar di AS.

“Menurut saya tidak pernah salah untuk mengambil profit, karena tidak mungkin untuk memprediksi harga tinggi dari sebuah market. Namun secara struktural saya meyakini tahun 2021 merupakan siklus 4 tahunan yang bullish bagi Bitcoin, sehingga dip yang nanti terjadi bisa dijadikan waktu untuk membeli Bitcoin,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Redaksi, harga Bitcoin terkoreksi sangat dalam sejak 1 Desember 2020, sekitar 24 jam setelah mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Kala itu sempat memuncak di US$19.900 per BTC.

Gabriel Rey: Bitcoin adalah Investasi Jangka Panjang

Per 11 Desember 2020 har ini, harga Bitcoin terkoreksi kian dalam di kisaran 17.900 per BTC, berdasarkan data dari BitStamp via Tradingview.com. [red]

spot_img

Terkini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terkait