Gara-gara Bisnis Kripto, Perusahaan Ini Terancam Dijual Murah

603

Bank swasta asal Puerto Rico, Nobel Bank International terancam dijual murah setelah banyak kliennya yang hengkang, termasuk di antaranya adalah Bitfinex dan Tether.

Menurut sumber Bloomberg, pada Selasa (2/10), yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bank lintas negara tersebut saat ini sedang mencari calon pembeli potensial. Sumber itu juga mengatakan nilai perusahaan itu sangatlah murah untuk ukuran internasional berdasarkan aturan dari Pemerintah Puerto Rico.



“Perusahan itu bisa dilepas setidaknya di kisaran US$5-10 juta, berdasarkan lisensi operasi internasional yang dia dapatkan dari negara asalnya,” kata sumber itu.

Hingga berita ini terbit, juru bicara dari Noble, termasuk Bitfinex dan Tether enggan memberikan keterangan lebih lanjut kepada Bloomberg.

BERITA TERKAIT  Wallet VeChain Diretas, Rp90 Miliar Amblas!

Noble menarik perhatian komunitas kripto pada awal tahun ini, karena berniat menjalin bisnis dengan Tether dan Bitfinex. Kedua perusahaan yang dikelola oleh entitas yang sama itu pun bernasib buruk setelah ditinggalkan mitra strategisnya, Wells Fargo & Co.

Menurut Bloomberg, negara pulau Puerto Rico memang cukup dikenal akrab dengan bisnis kripto. Pada akhir 2017, perputaran bisnis kripto di negeri itu, termasuk Noble, mencapai US$3,3 miliar. Padahal di awal tahun 2016, nilainya hanya US$191 juta. Ketika harga Bitcoin dan kripto lainnya ambruk sejak medio Desember 2017, nilainya sekarang hanya US$2,6 miliar. Sebagian besar uang fiat dan kripto yang beredar negara itu dikelola oleh Noble.

BERITA TERKAIT  OSC: Ada Praktik Skema Ponzi di Bursa Aset Kripto Quadriga

Pada Desember 2017 Commodity Futures Trading Commission menyelidiki Tether dan Bitfinex, karena diduga tidak memiliki cadangan uang dolar AS yang cukup untuk mematok harga kripto USDT yang mereka buat. Noble sendiri pada tahun lalu sempat diperiksa oleh regulator di negara asalnya, tetapi belum ada hasil final yang dipublikasikan.

Hingga detik ini langkah penyelidikan terhadap Tether itu masih mengantung. Bahkan kian banyak perusahaan yang membuat stablecoin yang mirip seperti USDT, karena memahami permintaan pasar yang lebih ingin harga kripto yang lebih stabil.

Di antara beragam stablecoin, USDT masih memimpin, seiring dengan membaiknya ekonomi AS, yang turut mendorong naik harga dolar AS di pasar global. Hari ini, di bursa lokal Indodax, USDT diperdagangkan 14.915 per USDT, sedangkan kurs dolar AS terhadap rupiah hari ini mencapai Rp15.068 [vins]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO

Berita sebelumyaDi Exchange Lokal, Ripple Juga Berjaya
Berita berikutnyaJutawan Bitcoin Ini Berhenti Berinvestasi
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).