Grup Alibaba Perluas Penggunaan Blockchain Baru Mereka

Ant Group, perusahaan afiliasi dari grup Alibaba dan induk dari Alipay, meluncurkan layanan blockchain baru, ZAN, yang akan menargetkan Hong Kong, Singapura, dan pasar luar negeri untuk memperluas kehadiran global Web3.

Dalam sebuah konferensi di Shanghai, CEO ZAN, Zhang Hui, mengungkapkan bahwa layanan baru ini menawarkan berbagai produk pengembangan aplikasi blockchain dan layanan untuk pengembang Web3 baik untuk institusional maupun individu.

Hal ini akan membantu klien institusional dalam mengeluarkan dan mengelola aset dunia nyata sesuai dengan persyaratan regulasi lokal yang ada di berbagai negara masing-masing.

Rentang produk ini juga mencakup produk teknis yang akan membantu bisnis Web3 membangun kemampuan mereka dalam otentikasi identitas pelanggan, perlindungan keamanan, dan manajemen risiko.

Untuk lebih memahami dan memanfaatkan kemajuan ini, dengarkan dari para ahli industri di konferensi Future of Digital Assets Benzinga di NYC pada 14 November.

Acara ini menggali tren-tren penting seperti kecerdasan buatan, regulasi, tindakan SEC, dan adopsi institusional yang berkembang di sektor kripto.

Ant Group yang merupakan afiliasi dari grup Alibaba memulai uji coba layanan teknis ZAN pada awal 2023. Selain itu, fitur e-KYC ZAN telah diadopsi oleh HashKey Group, perusahaan kripto Hong Kong, untuk layanan pengumpul data identitas mereka, dikutip dari Benzinga.

Apakah Peluncuran Baru Grup Alibaba Akan Menarik Minat Global?

Meskipun Tiongkok telah melarang transaksi cryptocurrency sejak September 2021, raksasa teknologi Tiongkok seperti grup Alibaba dan Tencent fokus pada pengembangan blockchain konsorsium mereka sendiri.

Dengan sinyal bullish pada teknologi blockchain buatan sendiri, Ant Group memperkenalkan merek blockchain-nya yaitu, AntChain, pada Juli 2020 lalu.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ZAN akan mendapatkan perhatian nyata di luar negeri,” kata ahli keuangan Jessica Ran di Bayshore Capital Advisors.

Mereka memiliki rekam jejak di Tiongkok, tetapi pengembangan Web3 internasional adalah permainan yang berbeda dengan tidak ada jaminan. Kita harus menunggu dan melihat,” tambahnya.

Pada hari Kamis (7/9/2023), Alipay yang juga bagian dari grup Alibaba meluncurkan tiga dompet mobile terbarunya di Filipina. [az]

Terkini

Warta Korporat

Terkait