Harap-harap Cemas Kenaikan Bitcoin Gara-gara Pola Segitiga Simetris Ini

549

Soal kemungkinan harga Bitcoin akan naik kencang gara-gara pola segitiga simetris ini sudah dibahas pada 13 September 2019 di sejumlah media kripto. Hingga hari ini pembahasan ini semakin mengemuka, karena batas akhir pola ini bertepatan dengan diluncurkannya produk Bitcoin Berjangka Bakkt pada 23 September mendatang. Umumnya, pola segitiga simetris ini menandakan tren naik atau tren turun yang terus berlanjut. Jika menembus batas garis tren, diprediksi setidaknya bisa kembali ke harga tertinggi tahun ini, pada 27 Juni 2019, yakni US$13.700.

Pada 13 september 2019 Decrypt menerbitkan artikel menarik ini, termasuk Forbes, bahwa Bitcoin berada di dalam pola perdagangan 5 bulan yang sangat besar—​​dengan kemungkinan penembusan mendekati 10 hari mendatang. Polanya disebut segitiga simetris, dan mengacu pada grafik yang ditandai oleh dua garis tren yang menghubungkan serangkaian puncak dan palung secara berurutan.

Pola Segitiga Simetris Bitcoin. Sumber: Decrypt.co

Melihat ke belakang selama 160 hari terakhir, harga Bitcoin bertengger rapi di dalam pola ini. Tanda-tanda pertama dari itu muncul pada Mei 2019 ini, ketika harga Bitcoin menguat dari US$5.000.

“Dari sana, Bitcoin naik terus selama dua bulan ke depan, mencapai level tertinggi hampir US$14.000 pada Juni. Ini juga diikuti oleh tiga tertinggi lebih rendah dari US$13.000, US$12.000 dan US$11.000, pada Juli, Agustus dan September, seperti yang ditunjukkan grafik di bawah ini,” jelas Decrypt.

Pada sisi support (lebih rendah) dari pada pola tersebut-Bitcoin terpantau pada dua posisi terendah baru-baru ini, yakni US$9350 dan US$9850, pada akhir Agustus dan hanya beberapa hari yang lalu pada 11 September.

“Namun, yang lebih menarik pada pola ini adalah panjang bentuknya, dan kisaran pergerakan harganya, mencakup hingga 5 bulan dan mencapai level US$10.000 secara baik (dari atas ke bawah). Meskipun tidak cukup kuat untuk memprediksi apa dan kapan yang akan terjadi selanjutnya, tetapi pola ini memberikan sedikit petunjuk yang lebih jelas ke arah pergerakan yang besar,” tulis Decrypt.

Dalam satu skenario pun sulit diprediksi, jika sebuah penembusan terjadi, yaitu penurunan atau kenaikan harga yang berada di luar garis tren. Namun, asumsi bahwa harga bisa berayun ke atas atau turun hingga US$5.000 selama beberapa minggu ke depan, kemungkinan besar tidak akan terjadi.

Untuk saat ini, semua mata tampaknya memperhatikan pada kedaluwarsa (expiry) dari pola ini—dengan banyak yang memperkirakan bahwa itu akan terjadi pada hari tepat pada peluncuran produk Bitcoin Berjangka Bakkt pada 23 September 2019 mendatang atau kurang dari sepekan.

Brendan Coffey di Forbes bahkan melihat pola itu sebagai potensi besar kenaikan harga Bitcoin dengan peluang mencapai 54 persen melanjutkan tren naik sebelumnya.

Pun pihak lain melihat tanggal itu akan juga hampir bertepatan dengan rencana pemangkasan suku bunga tahap kedua oleh Bank Sentral Amerika. Pemangkasan sebelumnya dilakukan, karena Bank Sentral melihat adanya pelemahan pertumbuhan ekonomi dalam negeri selama dua kuartal berturut-turut. Dengan memangkas suku bunga, diharapkan semakin banyak warga Amerika Serikat dan investor luar negeri meminjam uang di bank dengan bunga yang lebih rendah daripada sebelumnya. Di Bitcoin, ini bisa dijadikan semacam sinyal, bahwa “meminjam uang yang dipermudah”, akan mendorong orang membeli Bitcoin. Toh, semakin murah mengakses dolar sama halnya adanya peningkatan inflasi di dalam Negeri Paman Sam itu. [red]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini