Harga Bitcoin Bisa Turun Lagi ke US$10 Ribu, Sebut Analis

Harga Bitcoin diproyeksikan bisa turun lagi ke US$12 ribu hingga US$10 ribu per BTC dalam waktu dekat, walaupun selama dua hari terakhir tampak “perkasa” 22 persen setelah naik dari US$17.600.

Hal itu diungkapkan oleh Gareth Soloway Kepala Strategi Pasar di InTheMoneyStock. Ia menegaskan proyeksinya, bahwa Bitcoin masih menunjukkan pelemahan lebih lanjut di bawah US$20.000 kendati menunjukkan tanda-tanda pulih di atas harga tersebut selama 2 hari terakhir.

“Kemungkinan target harga Bitcoin turun berikutnya adalah US$12.000, tetapi ada kemungkinan koreksi lebih lanjut ke US$10.000 berdasarkan tren historis,” kata Soloway , dilansir dari Kitco, Selasa (21/6/2022). Beberapa bulan sebelumnya ia juga memproyeksikan peluruhan harga Bitcoin secara tepat.

Menurutnya tren Bitcoin sebelumnya menuju rekor sepanjang masa juga dapat tercermin pada sisi negatifnya. Dia mencatat, inflasi tinggi di AS dan di negara lain serta kenaikan suku bunga The Fed membuat proyeksi penurunan kripto semakin matang.

“Penting untuk diketahui bahwa sangat mungkin kita turun di bawah US$10.000. Selain itu, lingkungan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk kripto ini, karena The Fed sejatinya mereka menarik dolar AS dari pasar lewat kenaikan suku bunga,” katanya.

Soloway menyoroti, bahwa jika Bitcoin mempertahankan harganya di atas US$20.000, maka harga tersebut akan menarik lebih banyak kenaikan yang akan mendorongnya menuju harga tertinggi sepanjang masa.

Menurutnya mempertahankan harga di atas US$20.000 kemungkinan akan menawarkan sentimen pasar umum dari dasar baru Bitcoin.

harga bitcoin
Harga BTC menguat 22,5 persen dalam 2 hari 16 jam, naik dari US$17.683 menjadi US$21.674 dan kini berada di Moving Average 50 di time frame 4 jam. Sumber: Tradingview.com.

Sementara itu, pandangan negatif dari organisasi besar, Bank for International Settlements (BIS) terus mendarat. Mereka mengingatkan bahwa bahaya kripto semakin nyata.

Harga Bitcoin Perlu Waktu Lama ke US$65 Ribu

Tentang kemungkinan BTC mencapai US$65.000, Soloway memproyeksikan bahwa kripto itu mungkin membutuhkan setidaknya dua tahun setelah berbulan-bulan terjadi sideways.

“Jika inflasi mereda, The Fed kemungkinan akan mencetak lebih banyak uang lagi. Itu menjadi dukungan hebat untuk Bitcoin, dengan proyeksi di masa depan bisa menjadi US$100 ribu,” kata Soloway.

Sentimen negatif, bahwa BTC bisa turun lebih jauh lagi, juga disampaikan oleh miliarder Jeffrey Gundlach sebelum BTC masuk ke wilayah US$20 ribu. Ia tak heran jika kelak BTC menjadi US$10 ribu, karena dolar AS menguat signifikan akibat kebijakan kenaikan suku bunga di AS.

Sah! Suku Bunga The Fed Naik 75 Basis Poin, Pasar Saham dan Kripto Semakin Loyo

Bahkan kemarin Bos Binance meyakinkan publik, bahwa pasar kripto saat ini dalam masa bearish, karena secara historis ada siklus 4 tahun, di mana 2 tahun masa bullish dan 2 tahun adalah bearish. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait