Harta SBF FTX Setara Rp10,5 Triliun Terancam Disita Jika Ia Terbukti Bersalah

Saat sebagian besar aset SBF sudah disita, jaksa federal Damian William mengatakan bahwa pemerintah sedang mencari cara mengambil alih harta SBF FTX yaitu tiga akun yang berafiliasi dengan Binance.

Berdasarkan dokumen pengadilan, pendiri FTX yaitu Sam Bankman-Fried dapat menjadi subjek dari penyitaan dengan nilai kasar US$700 juta asetnya jika terbukti bersalah atas kasus yang terjadi dan melibatkan kerugian besar di pasar keuangan terutama di kripto.

Kemungkinan Nasib Harta FTX SBF

Pada dokumen pengadilan Jumat (20/1/2023), jaksa federal Damian William menyatakan pemerintah dengan sopan memberikan pemberitahuan bahwa properti milik SBF menjadi subjek penyitaan yang menutup deretan panjang aset termasuk uang, saham dan kripto.

Melalui dokumen yang sama diketahui bahwa pemerintah telah menyita sebagian besar aset dan harta SBF FTX antara tanggal 9 dan 19 Januari kemarin, sembari mencari cara untuk klaim semua uang dan aset yang disimpan di dalam 3 akun Binance secara terpisah.

IKLAN

Ketika melihat sederetan daftar harta SBF FTX tersebut, diketahui bahwa alokasi terbesar berada di saham Robinhood sebanyak 55.273.469 (HOOD) dengan nilai sekitar US$525.5 juta.

Aset lain berupa uang sebesar US$94,5 juta berada di Silvergate Bank, US$49,9 juta di Farmington State Bank dan US$20,7 juta berada di ED&F Man Capital Markets, Inc, dikutip dari Cointelegraph.

Pemerintah telah menyerahkan perintah penyitaan kepada instansi terkait dengan tuduhan bahwa aset dan harta SBF FTX tersebut diperoleh dengan menggunakan dana nasabah secara tidak sah.

Sementara anggota utama SBF seperti Caroline Ellison dan Gary Wang telah mengaku dan bekerjasama dengan jaksa atas peran mereka dalam jatuhnya FTX, SBF sendiri mengaku tidak bersalah terhadap 8 tuduhan criminal yang dilimpahkan kepada dirinya.

IKLAN

Berdasarkan Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu (18/1/2023) menyoroti pemasaran yang buruk dimana bursa ini dirilis di Afrika tidak lama sebelum bangkrut pada bulan November.

Kampanye yang dilakukan mempertanyakan stablecoin yang dipatok dengan dollar AS merupakan investasi yang lebih aman dariapada mata uang lokal yang mudah terkena inflasi, sembari melakukan promosi dengan potensi keuntungan sebesar 8 persen.

Memang sentimen inflasi secara umum benar untuk mata uang Afrika seperti Caira Nigeria dan Cedi Ganada yang jatuh terhadap dollar.

Tapi pelanggan yang terpengaruh dengan pemasaran FTX harus gigit jari ketika perusahaan bursa tersebut bangkrut. Di sisi lain harta SBF FTX terus bertambah banyak.

Mantan pemimpin pendidikan FTX di Afrika yaitu Pius Okedinachi mengatakan kepada WSJ bahwa bursa tersebut diperkirakan mengelola dana trading bulanan di Afrika dengan nilai sekitar US$500 juta, dengan sebagian besar berasal dari Nigeria.

Tepat 8 hari sebelum FTX mengajukan bangkrut, FTX juga mempromosikan pelayanannya ke Afrika Barat pada 3 November 2022 dimana deposit dapat dilakukan dengan memakai Franc Afrika Barat.

Jika tuduhan dan Sam Bankman-Fried benar-benar terbukti bersalah, maka harta SBF FTX yang setara dengan Rp10,5 milyar akan disita dengan cepat. [az]

spot_img
spot_img

Terkini

Terkait