spot_img
spot_img

Ini 6 Fakta Dukungan Bitcoin oleh Kandidat Presiden AS Ini

Kandidat presiden Amerika Serikat (AS), Andrew Yang, tak henti-hentinya menyerukan keunggulan Bitcoin. Kemarin dia bilang peraturan terhadap mata uang kripto (aset kripto) tak akan mampu menghambat adopsi Bitcoin. Sebelum itu, sudah 6 kali Andrew Yang berbicara tentang Bitcoin, blockchain dan mata uang kripto (aset kripto). Bitcoin dijadikan dagangan politik?

1. Aturan Jangan Hambat Bitcoin
“Di AS, peraturan terhadap mata uang kripto semakin tumpang tindih antara peraturan yang diterbitkan oleh banyak lembaga. Ini menghasilkan hiruk pikuk tak keruan. Itu buruk bagi banyak orang dan buruk bagi inovator dan investor di sektor ini. Sepatutnya ada kerangka kerja (framework) dan peraturan yang lebih jelas untuk memenuhi potensi tinggi aset kripto dan tidak menghambat laju cepat Bitcoin,” kata Yang kepada Bloomberg.

2. Reformasi Peraturan
Jauh sebelum Andrew Yang mencalonkan diri sebagai presiden AS, ia punya gagasan untuk mereformasi peraturan aset kripto yang ada sekarang di AS. Ia pun menulis proposal mengenai mengenai “Administrasi Aset Digital”. Dalam proposal itu Yang menyarankan adanya reformasi peraturan menjadi “satu kerangka kerja nasional” untuk meningkatkan inovasi dan menambah kejelasan.

“Investasi dalam mata uang kripto dan aset digital telah jauh melampaui kerangka kerja regulasi kami di AS. Kami harus memberi tahu investor, perusahaan dan individu apa yang akan dilakukan untuk mendukung inovasi dan pengembangan. Blockchain sebagai bagian tak terpisahkan dengan mata uang kripto memiliki potensi yang sangat besar,” tulisnya.

3. Menerima Bitcoin dalam Kampanye
Pada Juli 2018, Yang mulai menerima Bitcoin, Ethereum dan berbagai mata uang kripto lainnya untuk mendanai kampanyenya. Memang bukan dialah yang pertama, tapi Yang adalah contoh terbaik.

4. Penghasilan Berbasis Bitcoin
Beberapa waktu lalu Yang pernah bilang akan mewujudkan konsep bahwa semua warga AS yang berusia 18-64 tahun bisa punya penghasilan US$1.000 per bulan. Idenya adalah bahwa setiap orang menerima jumlah yang sama, terlepas dari pendapatan mereka atau faktor lainnya. Ia menyebutnya sebagai Universal Bitcoin Income (UBI).

“Hampir semua orang di komunitas mata uang kripto menyukai gagasan UBI itu. Meskipun dengan fluktuasi liar Bitcoin, semua orang mungkin mendapatkan Bitcoin dengan jumlah yang berbeda, tetapi dengan nilai dolar yang mendekati,” katanya.

5. Ekonomi Negara Harus Selaras dengan Industri Kripto
Yang mengatakan ekonomi negara saat ini harus selaras dan konsisten dengan industri kripto, guna mendukung perekonomian negara.

6. Blockchain Itu Penting
Kendati tidak menyebutkan Bitcoin secara langsung, pada tahun 2018 yang menyitir potensi teknologi blockchain, yang kita ketahui sebagai asas dari Bitcoin.

“Potensi blockchain itu tinggi, bisa membuat banyak hal menjadi lebih aman, transparan dan efisien. Misalnya dalam pemilihan umum, secara teknis 100 persen, bisa lebih aman menggunakan blockchain. Itu akan merevolusi mutu demokrasi kita dan meningkatkan partisipasi rakyat,” katanya. [Decrypt/red]


spot_img

Terkini

spot_img

Terkait