Ini Alasan Investasi Bitcoin Tetap Menarik untuk Jangka Panjang

Josef Tetek, analis Satoshi Labs, berkata Bitcoin (BTC) menawarkan investor jalur investasi terbaik untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang, selama disimpan secara mandiri. Dilansir dari Forkast, Tetek memberikan analisa soal investasi Bitcoin dan inflasi.

Inflasi di Uni Eropa menembus rekor 8,1 persen pada bulan Mei, sementara inflasi di AS mencapai rekor 40 tahun setinggi 8,6 persen. Asia Pasifik mulai menyusul dan mengalami inflasi rata-rata 4,5 persen antara Januari dan Maret 2022.

Penyebab inflasi adalah harga kebutuhan pokok dan BBM yang meningkat disertai permasalahan rantai pasokan. Inflasi diperkirakan bertambah parah dengan adanya konflik Rusia Ukraina serta keberlanjutan pandemi COVID-19.

Selain itu, inflasi terutama dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral. Di tengah kondisi pasar yang melesu dikarenakan inflasi, Bitcoin bisa menjadi instrumen investasi yang aman.

IKLAN

Kebijakan moneter bertujuan memicu inflasi melalui pencetakan uang (quantitave easing) dan menjaga tingkat suku bunga dekat nol persen.

Setelah berjalan, mengendalikan inflasi bukan hal mudah. Selama berdekade, mandat utama bank sentral adalah menjaga kestabilan harga dan tingkat inflasi tahunan pada angka dua persen.

Tetapi Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (FED) mengubah sikap terhadap inflasi. The Fed memakai strategi inflasi fleksibel sedangkan ECB mengabaikan mandat kestabilan harga tersebut.

Kebijakan yang dianut saat ini untuk menghindari keruntuhan pasar modal dan kebangkrutan karena inflasi liar adalah memicu kepailitan halus melalui pelemahan mata uang. Hal tersebut merupakan kabar buruk bagi penabung, pekerja upah dan pensiunan sebab daya beli melemah.

IKLAN

Investasi Bitcoin untuk Jangka Panjang

Bitcoin merupakan aset yang aman dari pelemahan daya beli akibat kebijakan moneter. Bitcoin memiliki karakteristik uang yang kuat, yaitu tahan lama, dapat dibagi, mudah dipindahkan dan diverifikasi.

Bitcoin dapat disimpan secara aman oleh individu demi menjamin kekayaan yang didapat melalui kerja terlindungi dari pelemahan mata uang dan inflasi.

Demi mencapai tujuan tersebut, penyimpanan Bitcoin secara mandiri sangat penting. Beragam kasus seperti Celsius Network, perusahaan peminjaman kripto, membekukan penarikan nasabah dengan dalih kondisi pasar yang ekstrim.

Bitcoin milik nasabah yang disimpan pada bursa sentralistik seperti Coinbase atau platform seperti Celsius diambil alih perusahaan ketika masalah mulai bermunculan. Investor dapat menyimpan Bitcoin secara mandiri memakai hardware wallet.

Kendati demikian, Bitcoin mengalami periode volatilitas tinggi dan tren bearish. Hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan Bitcoin menjadi standar moneter global yang netral.

Dengan mempertimbangkan faktor bear market, Bitcoin menjadi pilihan investasi konservatif bagi investor yang ingin menumbuhkan kekayaan secara jangka panjang. [ed]

spot_img

Terkini

Terkait