Ini Bukti Whale Shiba Inu Serok SHIB Setara Rp668 Milyar!

Jelang Oktober, investor whale Shiba Inu telah serok token SHIB dengan jumlah terbesar di bulan ini, nilai setara Rp668 milyar.

Perkembangan ekosistem Shiba Inu terus menarik perhatian investor “Berkantung super tebal” di bulan Oktober, mencerminkan adanya kepercayaan jangka panjang.

Investor whale diketahui rajin serok SHIB di bulan Oktober pasca rilisnya mobile game Shiba Eternity sebagai pelengkap ekosistem, sembari menanti kehadiran jaringan layer-2 (L2) Shibarium.

Shibarium diperkirakan akan diluncurkan tahun ini, meski belum ada tanggal resmi yang dirilis oleh pengembang.

IKLAN

Whale Shiba Inu Serok SHIB 

Berdasarkan laporan Watcher News, seorang investor whale anonim telah serok SHIB dalam jumlah yang sangat besar, nilainya terbesar di bulan ini.

Data Etherscan menunjukkan whale telah memborong sekitar 4 triliun SHIB senilai US$50 juta, setara Rp668 milyar pada hari Kamis (27/10/2022).

Whale Shiba Inu Serok SHIB

Identitas whale yang anonim menghadirkan sebuah misteri tersendiri di antara pendukung SHIB, di mana alasan pembelian tidak diketahui, apakah bentuk spekulasi, atau investasi jangka panjang.

Namun, kabar akan dirilisnya Shibarium di tahun ini kemungkinan menjadi salah satu alasan banyaknya investor whale Shiba Inu yang mulai serok SHIB.

Menariknya, token meme tersebut masih dalam tren minat yang dapat dibilang konsisten, meski crypto winter tengah melanda dan menghapus sebagian dari total kapitalisasi pasar kripto.

Sebelumnya, ada transaksi besar investor whale juga yang tercatat, yakni serok hampir 166 milyar SHIB dan mentransfer sekita 3,3 triliun token. Semua dilakukan di bulan Oktober 2022.

BONE dan Shibarium

Tidak hanya SHIB yang menjadi sorotan, token asli Shiba Inu lainnya, BONE, juga meraup minat investor besar.

Karena BONE akan menjadi token biaya gas di jaringan L2 tersebut, maka kabar peluncurannya di tahun ini memicu gelombang minat investor ke BONE.

Harga BONE pun terdongkrak hebat sejak 12 Oktober 2022, terapresiasi lebih dari 42 persen sebelum terkoreksi lagi dalam dua hari terakhir karena dolar AS yang pulih dan naiknya suku bunga ECB. Itu menekan selera risiko investor ke aset berisiko seperti kripto dan saham. [st]

 

 

spot_img
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait