Ini Kendala Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

788

Melalui survei oleh Foundation for Interwallet Operability (FIO) mengungkapkan bahwa 60 persen pengguna kripto masih enggan memakai Bitcoin sebagai alat pembayaran.

Menurut FIO, fakta tersebut disebabkan kurangnya tingkat pengalaman pengguna (user experience), ketidakcukupan “komunikasi” lintas wallet, serta ketidakmampuan sistem untuk menangani transaksi antar wallet. Hal lainnya adalah fakta bahwa sejumlah besar ekosistem dompet kripto tidak memiliki sistem standar pembayaran dan setiap blockchain memiliki format alamat (address) yang berbeda-beda.

“Survei ini melibatkan lebih dari 200 pengguna kripto. Kami memperoleh informasi dari mereka mengenai tingkat kekerapan mentransfer dan bagaimana tingkat pengalaman yang mereka rasakan. Hasilnya, ada keterkaitan antara ‘keintiman’ memahami kripto dengan kepercayaan dan kenyamanan penggunaan. Sekitar 60 persen dari responden mengatakan, secara umum mereka tak nyaman dengan prosesnya. Dan, secara statistik mengatakan ‘sangat tak nyaman’ berdasarkan durasi mereka menggunakan kripto.

BERITA TERKAIT  Ketika Sahabat Saya Menjual Bitcoin Tahun 2014-nya

FIO sendiri menyediakan sistem untuk mempermudah pengguna melakukan transaksi. Protokol yang mereka kembangkan diklaim mampu menyatukan beragam format address dalam satu sistem. Sejumlah perusahaan penyedia wallet dan bursa kripto telah bergabung pada protokol ini, di antaranya Edge, BRD, Mycelium, Shapeshift, Mycrypto, Keepkey, Trust Wallet, dan Coinomi.

“Mentransfer kripto memang dirasakan cukup rumit bagi sebagian besar orang, tetapi protokol FIO mencoba mempermudahnya,” kata Brett Musser dari Edge. [Bitcoinnews.com/vins]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO

Berita sebelumyaInfografis: Fakta Bitcoin Halving Day
Berita berikutnyaBitcoin Kembali Tembus US$4 Ribu, Akankah Bertahan?
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).