Investasi Shiba Inu, US$1000 Jadi US$19 Juta di Oktober 2022

Investasi Shiba Inu (SHIB) menjadi sorotan sejak awal triwulan kedua 2021, saat harganya melesat hebat dan mencetak keuntungan fantastis.

Sejak awal 2021, itu telah menjadi bullish trend yang luar biasa di pasar kripto, di mana harga mayoritas aset terapresiasi tinggi, membawa hype luar biasa dari investor ritel.

Usainya halving Bitcoin di tahun 2020 membawa tren positif di industri kripto, seperti halving sebelumnya. Gairah besar berdatangan, hingga menjadi awal popularitas dari sektor NFT dan metaverse.

Namun, SHIB terlihat paling menonjol di sana, karena harganya melesat jutaan persen, membuat investor awal menjadi seorang milyarder, bahkan triliuner.

Investasi Shiba Inu US$1.000 pada Agustus 2020

Awalnya, Shiba Inu hadir sebagai pesaing Dogecoin (DOGE), hingga dijuluki “DOGE Killer” karena menghadirkan token bermaskot sama dengan DOGE, yakni anjing jenis Shiba Inu.

Token SHIB dibuat oleh sosok bernama alis “Ryoshi” di bulan Agustus 2020, di mana cukup banyak investor yang tertarik dengan proyek token meme tersebut.

Berdasarkan laporan Watcher News, jika Anda menginvestasikan US$1.000 di awal peluncuran SHIB, maka saat ini SHIB Anda akan bernilai sekitar US$19 juta.

Investasi Shiba Inu

Meski terlihat besar, sejatinya investor awal Shiba Inu dengan dana US$1.000 dapat meraih keuntungan lebih besar, di US$55,49 juta jika menjual di ATH, bulan Oktober 2021.

Saat ini, harga telah terdepresiasi lebih dari 85 persen dari ATH, tetapi secara nilai itu masih lebih tinggi dibandingkan harga di sepanjang tahun 2021, dari Januari sampai September.

Dari data di atas, dapat dipastikan bahwa hanya investasi Shiba Inu yang dilakukan di bulan November dan Desember 2021 saja yang mengalami kerugian di tahun 2022. Investor yang masuk di bulan September 2021 pun masih dalam posisi cuan di atas kertas jika masih HODL SHIB-nya hingga hari ini.

Namun, pasar bearish kripto yang masih membayangi memunculkan dua peluang, yakni harga SHIB akan menguat ketika bearish berakhir, atau terus merosot karena aksi ambil untung dapat dilakukan lebih banyak investor karena kekhawatiran inflasi dan resesi. Mari kita saksikan. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait