Julian Assange Ditahan, Donasi Bitcoin Bertambah

614

Sesaat setelah Julian Assange ditahan oleh kepolisian Inggris, Kamis, (11/04) dari Kedutaan Besar Ekuador di London, jumlah donasi Bitcoin kepada Wikileaks meningkat pesat. Dapat dipastikan peningkatan itu, karena Tim Wikileaks mencuit sebuah tautan donasi di akun Twitter mereka tak lama setelah penahanan itu.

Berdasarkan penelusuran Blockchainmedia.id, alamat Bitcoin Wikileaks terus menerima kiriman Bitcoin sejak 11 April 2019 pagi. Berdasarkan pantauan Thenextweb, total donasi yang diterima baru mencapai setara dengan US$15 ribu dari 161 donasi. Alamat Bitcoin itu sendiri, ketika berita disusun berisi lebih dari 6,09 BTC setara dengan US$30.376. Selain Bitcoin, Wikileaks juga menerima donasi dengan Zcash.

Melalui akun Twitter, Wikileaks mengklaim bahwa alasan penahanan Julian adalah karena Wikileaks sebelumnya membocorkan dokumen rahasia tentang operasi spionasi ilegal terhadap Julian, dokter dan pengacara Julian.

“Harap dicatat bahwa Pemerintah Ekuador telah menarik suaka politik, termasuk kewarganegaran dari Julian, 24 jam setelah kami membocorkan aksi ilegal mematai-matai Julian, para pengacara dan dokter Julian. Dan peristiwa ini terjadi beberapa hari sebelum perwakilan PBB yang ingin bertemu dengan Julian untuk menyelidiki adanya dugaan pelanggaran hak Julian di Kantor Kedutaan Besar Ekuador di London,” tulis Wikileaks di Twitter.

Julian Assange adalah seorang jurnalis asal Australia yang mendirikan WikiLeaks pada tahun 2006. Julian adalah redaktur di WikiLeaks, hingga pada September 2018 dia ditahan selama enam bulan di kedutaan Ekuador di London. Julian kemudian menunjuk Kristin Hrafnsson sebagai Pemimpin Redaksi WikiLeaks. Tetapi, Julian tetap menjadi penerbit WikiLeaks.

Sejak Wikileaks terbit, publikasinya berdampak sangat besar. Mereka telah mengubah pandangan banyak orang tentang pemerintah, memungkinkan mereka untuk melihat rahasia mereka sendiri. Mereka telah mengubah jurnalisme sebagai sebuah praktik yang sesungguhnya, dengan membocorkan sejumlah dokumen rahasia yang menguak pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia. WikiLeaks telah mendapatkan apresiasi dari orang-orang dan organisasi di seluruh dunia, sebagaimana dibuktikan dalam berbagai penghargaan yang telah dimenangkannya.

Satu debut awal Wikileaks terjadi pada 7 November 2007. Wikileaks membocorkan paket dokumen Standard Operating Procedure (SOP) penanganan tahanan di Camp Delta, fasilitas militer milik Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba. Berdasarkan SOP bertahun 2003 itu, orang-orang yang ditahan di sana diperlakukan sewenang-wenang, tanpa surat perintah penahanan, surat dakwaan atau peluang diadili. [vins]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini