Kakao, perusahaan Internet raksasa di Korea Selatan bemitra dengan perusahaan pengelola stablecoin Terra. Stablecoin tersebut nantinya disematkan pada platform blockchain Klaytn milik Kakao.

Sebelumnya, pada Oktober 2018, GroundX, anak perusahaan Kakao mengumumkan peluncuran Klaytn versi testnet. Platform dioptimalkan fokus pada penyediaan sistem pembayaran yang cepat dan aman. Selain itu, Klaytn akan dikembangkan untuk mempermudah pembuatan dan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (DApps/decentralized applications).

“Kerjasama ini akan mendorong lebih cepat ke arah inovasi pembayaran yang lebih baru. Tujuannya adalah membuat ekosistem blockchain yang sesuai dengan pengguna berskala besar,” demikian dipetik dari siaran pers Kakao.

Terra memang masih termasuk proyek baru dalam pembuatan kripto berkategori stablecoin. Tetapi sejumlah dukungan terhadap Terra mengindikasikan aspek penting di dalamnya. Pasalnya pada Agustus lalu, Terra berhasil memperoleh kucuran modal lebih dari US$32 miliar dari sejumlah perusahaan lain. Di antara sekian nama, termasuklah Binance Labs, OKEx, Huobi Capital, Dunamu & Partners, Polychain Capital, FBG Capital, dan Arrington XRP Capital.

BERITA TERKAIT  Bos Telegram, Pavel Durov: Proyek Blockchain TON dan Kripto GRAM Mungkin Ditunda

Terra didirikan oleh Daniel Shin, yang juga dikenal sebagai Pendiri TMON, platform perdagangan elektronik terbesar di Korea Selatan. TMON diklaim sebagai perusahaan unicorn pada tahun 2017, karena memiliki dana investasi hampir US$115 juta. Itulah yang membuat nilai perusahaan itu mencapai US$1,2 miliar pada saat itu. [vins]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO