Kepulauan Virgin Susun Rencana Darurat Berbasis Kripto

Pemerintah Kepulauan Virgin, Inggris secara resmi mengumumkan kemitraan dengan LifeLabs, sebuah perusahaan blockchain. Kemitraan tersebut akan menangani pendanaan darurat bagi Kepulauan Virgin beserta pembayaran antara pulau. LifeLabs memiliki kripto LIFE pada blockchain Ethereum dan dompet yang mendukung Ethereum, Bitcoin dan token LifeLabs sendiri.

“Sangat penting warga kami menerima respon yang cepat dan proporsional saat terjadi kondisi darurat. Teknologi keuangan LifeLabs hadir di momen yang tepat bagi warga dan ekonomi kami, ketika peristiwa bencana alam masih segar dalam ingatan kami,” kata Menteri Keuangan Kepulauan Virgin Andrew Fahie.

Fahie mengungkapkan, kebutuhan untuk peningkatan efisiensi ekonomi semakin mendesak. Sebab itu, Kepulauan Virgin Inggris memiliki harapan yang tinggi dengan kemitraan ini agar dapat membangun negara yang lebih baik.

Negara kepulauan tersebut menjadi markas ribuan perusahaan global. Hal tersebut membuat Kepulauan Virgin Inggris dituduh sebagai tempat suaka pencucian uang. Tetapi, baru-baru ini negara itu membuat sejumlah perubahan terhadap persyaratan pelaporan dan pendaftarannya.

Kemitraan dengan LifeLabs bertujuan agar ketika bencana alam terjadi, dan jalur-jalur tradisional tidak bisa dipakai, warga Kepulauan Virgin Inggris dapat menggunakan LifeWallet untuk menerima bantuan pemerintah. Dalam skenario tersebut, pemerintah juga akan memanfaatkan teknologi blockchain.

Penerapan LifeLabs bagi Kepulauan Virgin Inggris memampukan warga mengunduh aplikasi LifeWallet melalui perangkat selular iOS atau Android dan mengakses rekening. Rekening tersebut dapat menerima deposit jika terjadi bencana alam. Bagi warga yang tidak memiliki ponsel pintar, LifeLabs akan menyediakan cara agar uang digital dapat dikirim dan diterima menggunakan SMS.

Aplikasi LifeWallet juga dapat digunakan untuk transaksi peer-to-peer (P2P), perdagangan sehari-hari dan belanja kebutuhan pokok dari usaha-usaha lokal. Pemerintah Kepulauan Virgin Inggris menyebut teknologi blockchain LifeLabs merupakan kemajuan besar dibanding perbankan tradisional, di mana lokasi fisik dapat rusak atau hancur sehingga menghambat akses terhadap dana yang dibutuhkan dalam peristiwa darurat atau krisis kemanusiaan.

Tidak ada detil lebih lanjut mengenai kemitraan tersebut. Tampaknya, bisnis-bisnis lokal tidak wajib menerima kripto sebagai alat pembayaran. Tetapi pengumuman ini terbilang unik bila dilihat dari segi adopsi kripto oleh pemerintah.

Pemerintah cenderung lambat soal penerimaan teknologi blockchain dan kripto. Contohnya, baru ada satu negara bagian di Amerika Serikat yang menerima Bitcoin untuk pembayaran pajak. Layanan semacam itu telah lama ditunggu oleh pegiat kripto sehingga kebijakan serupa diharapkan dapat diterapkan di negara-negara bagian AS lainnya.

Mengingat kemitraan Kepulauan Virgin Inggris dan LifeLabs terpusat pada bencana alam, masih harus dilihat apakah perlu terjadi bencana untuk mendorong kedua pihak tersebut memperluas cakupan kerjasama mereka.

Terlepas dari hal tersebut, pengumuman ini dapat mendorong Kepulauan Virgin Inggris menjadi pusat blockchain, di sisi Samudera Atlantik yang berseberangan dengan negara pusat blockchain Malta dan Estonia. [ccn.com/ed]

 

Terkini

Warta Korporat

Terkait