Ketika Vitalik Tunggangi Unicorn

102

Keunikan kripto, baik sebagai mata uang ataupun instrumen investasi yang menggiurkan, tidak hanya menggerakkan semangat para pakar teknologi dan pebisnis, serta tentu saja para pelaku fraud. Tetapi, kripto juga menjadi pusat inspirasi para seniman.

Pada hari jadi terbitkan whitepaper Bitcoin karya Satoshi Nakamoto yang lalu, misalnya sejumlah seniman di Paris menyelenggarakan pameran seni rupa. Agar lebih greget, seorang seniman bernama Boyart dan kawan-kawan tak lupa membuat semacam sayembara untuk memperebutkan bitcoin, yang “tersembunyi” di beberapa karya senirupa yang dipamerkan.

Sebelumnya, ada Simon Moratz pemahat profesional dari Munich, Jerman, yang membuat karya pahat bernilai seni tinggi. Karya terbarunya, berjudul “Why Bitcoin Matters” ia jajakan di situs web pribadinya.

Lalu, yang tak kalah apik adalah karya pelukis berparas jelita asal Toronto, Kanada, Nelly Baksht. Kendati ia tak terlalu mendalami dunia teknologi desentralisasi, tetapi pergaulannya bersama sahabatnya soal kripto dan teknologi blockchain, membuatnya merasa tertantang membuat karya lukis. Berikut nukilan karya-karya apiknya yang dilansir dari Thenextweb. Bersiaplah menafsirkan lukisan Vitalik Buterin yang menunggangi Unicorn sambil memangku boneka yang sama.

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini

Berita sebelumyaDibantu Gemini, Bank Brazil Ini Akan Bikin STO
Berita berikutnyaMantap! Upbit Indonesia Sediakan USDT
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan.