Menambang Kripto Kelak Bisa Lewat Norton

Jutaan orang akan segera bisa menambang kripto tanpa perlu memasang program tambahan setelah perusahaan antivirus Norton mengumumkan rencana penambahan fitur tersebut ke peranti lunak keamanan LifeLock.

Pihak Norton tidak memberikan penjelasan rinci soal aset kripto apa saja yang bisa ditambang lewat fitur itu. Namun, dari sejumlah sumber lain, rancangan tampilannya bisa untuk menambang kripto Ether (ETH).

Rancangan awal antarmuka fitur Norton Crypto di Norton 360.

Norton mengatakan, seperti yang dilansir dari The Guardian belum lama ini, fitur baru tersebut yang bernama Norton Crypto bertujuan membantu pengguna memanfaatkan komputer untuk menambang kripto dan meraih cuan tanpa perlu mengambil resiko memakai peranti lunak yang tidak jelas.

“Kami senang menjadi perusahaan keamanan siber konsumen pertama yang menawarkan penambang dengan kemampuan untuk secara aman dan mudah memanfaatkan waktu santai komputer mereka menjadi peluang meraih uang digital,” jelas Gagan Singh, Kepala Produk di Norton.

Dengan Norton Crypto, pengguna Norton dapat menambang kripto dengan beberapa klik sehingga menghindari kesulitan penambangan di ekosistem kripto.

Norton Crypto diperkirakan akan tersedia bagi semua pelanggan Norton 360 dalam beberapa pekan mendatang. Norton menyebut produk mereka lebih baik dari yang ada saat ini.

Norton menambahkan, selama bertahun-tahun, penambang kripto harus mengambil risiko untuk mendapat aset kripto, mematikan keamanan komputer mereka agar bisa menjalankan penambangan dan memberikan izin kepada peranti lunak tidak jelas yang bisa mencuri penghasilan mereka atau bahkan menanam ransomware.

Aset tersebut umumnya disimpan di penyimpanan komputer penambang, sehingga dompet digital dapat hilang jika komputer tersebut mengalami galat (error).

Sebagai perusahaan keamanan, Norton mengklaim penggunanya dapat yakin komputer dan aset kripto mereka berada di tangan yang aman.

Norton tidak merinci bagaimana pihaknya akan mendapat untung dari fitur ini, tetapi tampilan dari peranti lunak tersebut menandakan akan berlaku sebagai pool mining, di mana semua penambang berbagi hasil dalam satu tempat. Ini kebalikan dari solo mining.

Selain mendapat hasil lebih stabil, memakai pool memungkinkan Norton menagih biaya untuk keanggotaan. Pesaing di bidang serupa menagih biaya keanggotaan 1 persen.

Pada dasarnya fitur itu sekadar interface yang menjembatani antara alat tambang milik pengguna dengan sejumlah pool mining ternama.

Perbedaanya hanya pada klaim keamanan dan kemudahan yang ditawarkan Norton, sebagai pembeda dengan interface produk lain.

Berita tersebut mendapat tanggapan curiga dari banyak pihak di sektor kripto. Penambangan kripto sebagian memakai listrik tinggi dan sebagian besar komputer konsumen sulit mendapat untung dari menjalankan peranti lunak penambangan mengingat ada biaya listrik yang harus dibayar.

Kendati pengguna bisa meraih untung bila memakai listrik gratis seperti dari kantor atau kos mahasiswa, hal itu dapat mengundang permasalahan legal.

Di banyak negara, penghasilan dari penambangan kripto dikenakan pajak. Keuntungan beberapa perak per hari mungkin tidak menarik bila melibatkan berkas pelaporan. [theguardian.com/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait