NEM Foundation Mulai Kehabisan Dana, Rencana Lakukan PHK

89
IKLAN

Bagai petir di siang bolong. NEM Foundation, organisasi nirlaba yang didanai komunitas dan didirikan untuk mempromosikan blockchain NEM, akan memberhentikan sejumlah pegawainya setelah mengalami pengurangan anggaran menjelang restrukturisasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Alex Tinsman, Presiden NEM yang baru terpilih, berkata kepada CoinDesk pada Rabu (31/01), bahwa NEM Foundation yang berbasis di Singapura berniat menyerahkan proposal anggaran sebesar 160 juta token (sekitar US$7,5 juta) kepada dana komunitas NEM. Dana tersebut akan digunakan untuk menyelamatkan organisasi NEM.

Token NEM, yakni XEM dengan sirkulasi 9 miliar unit menurut CoinMarketCap, saat ini, merupakan kripto dengan urutan 18 terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Tinsman, yang mengambil alih manajemen NEM pada Januari 2018, mengatakan, pada dasarnya mereka sadar memiliki hanya satu bulan biaya operasional, akibat kesalahan manajemen sebelumnya.

Akibatnya, 202 anggota NEM foundation, yaitu orang-orang yang menjalani pemeriksaan identitas dan membayar biaya keanggotaan tahunan sebesar US$50, akan diminta melakukan pemilihan suara mengenai proposal anggaran pada Februari, setelah proposal tersebut dirilis pada Kamis. Jumlah PHK yang dilakukan akan bergantung kepada berapa banyak dana yang disetujui oleh komunitas.

Token XEM diluncurkan pada tahun 2015 dibawah kepemimpinan mantan presiden NEM Lon Wong. XEM terutama digunakan untuk transaksi dan biaya layanan pada blockchain NEM. Peranti lunak terbaru NEM bernama Catapult dijadwalkan diluncurkan tahun ini. Sementara itu, proyek rintisan NEM sering menitikberatkan pada kegunaan seperti pemilihan suara. Tinsman pun dipilih melalui proses voting yang menggunakan platform NEM.

“Kami telah mengurangi kegiatan pemasaran, karena tidak masuk akal untuk memasarkan produk yang belum dirilis, yaitu Catapult. NEM Foundation menggelontorkan sekitar 80 juta XEM antara Desember 2017 dan Januari 2019 untuk kegiatan pemasaran,” kata Tinsman.

Menurut seorang pengembang NEM yang meminta namanya tidak disebutkan, Wong mulai terlihat teralihkan ketika ia menggunakan posisinya di NEM Foundation untuk mempromosikan ICO yang tidak jelas, seperti Ecobit dan ProximaX.

Penjualan token ProximaX dikabarkan menggalang dana lebih dari US$33 juta pada tahun 2018, dan situs ProximaX menyebut Wong sebagai CEO. Pengembang tersebut mengatakan, komunitas NEM merasa “dikhianati” dengan kejadian itu. Selain itu, masih ada banyak pekerjaan untuk dilakukan demi mendorong pengembang lain untuk menggunakan blockchain NEM.

“Tidak ada banyak orang yang membangun di platform ini. Meskipun mudah, komunitasnya kecil kecuali di Jepang. Kami butuh lebih banyak perhatian pengembang di platform ini,” jelas pengembang tersebut.

Tinsman, seorang mantan eksekutif komunikasi di NEM Foundation sebelum dipilih oleh 148 anggota terdaftar untuk menjadi presiden, menjalankan program kerja yang lebih disiplin di tahun 2019.

Ia mengatakan, tim-tim NEM akan diberikan anggaran spesifik dan diwajibkan melakukan dokumentasi open-source tentang progres mereka membangun perangkat bagi ekosistem NEM. Komunitas NEM juga akan melakukan voting tentang permintaan anggaran ini beserta proyek mana yang dikerjakan, tambah Tinsman.

Tinsman juga berencana memonetisasi aktivitas NEM Foundation di tahun 2019, termasuk melalui pelatihan bagi perusahaan dan program afiliasi, untuk mengurangi kebergantungan NEM terhadap anggaran dari komunitas.

Ia menyebut restrukturisasi NEM sebagai langkah yang positif dan menambahkan, “Saya senang melihat NEM memiliki rangkaian perangkat dan komunitas yang kuat untuk maju ke depan dan mengubah masa depan.” [coindesk.com/ed]

 

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini