New South Wales Uji Coba Blockchain Kepemilikan Tanah

ChromaWay, perusahaan berbasis di Stockholm, bermitra dengan New South Wales Land Registry Services atau Layanan Kepemilikan Tanah membangun sistem kepemilikan properti menggunakan teknologi blockchain ChromaWay, CryptoSlate melansir.

Financial Review melaporkan uji coba konsep sedang dikerjakan yang akan memperagakan penggunaan blockchain dalam memfasilitasi transaksi tanah, menyediakan smart contract serta merekam data.

Sebelumnya, ChromaWay telah menawarkan teknologi database konsorsium open-source kepada klien-klien di Swedia sejak 2014, termasuk lembaga Kepemilikan Tanah Swedia. Perusahaan ini juga sudah bekerjasama dengan negara bagian Andhra Pradesh di India untuk membantu mencegah pemalsuan kepemilikan tanah.

Berkomentar soal kemitraan yang menggunakan blockchain untuk hak milik tanah, ChromaWay berkata teknologi tersebut akan menghasilkan rantai kepemilikan yang tak terbantahkan.

“Blockchain berpotensi mengubah perencanaan tanah dan proses pembangunan dengan metode pendekatan yang lebih sederhana namun efisien, serta menghilangkan proses berbasis kertas yang mubazir dan berat, yang masih menjadi norma saat ini,” katanya.

ChromaWay menjelaskan, selain itu blockchain juga menyediakan informasi yang lengkap dan menyeluruh tentang hak tanah, pembatasan, serta tanggung jawab, yang mampu membuat proses pengambilan keputusan lebih efisien bagi pemerintah dan pelaku industri properti.

Pendukung blockchain telah lama mempromosikan kegunaan blockchain untuk mencatat kepemilikan tanah, dan Australia sangat percaya akan hal ini. CEO Adam Bennet berkata NSW LRS akan menguji sistem ChromaWay untuk menentukan kegunaan blockchain paling tepat bagi mereka.

Sistem penanganan properti daring lainnya di Australia mencoba mempraktikkan hal yang sama, tetapi belum ada yang beruntung. Property Exchange Australia (PEXA), platform kepemilikan properti yang dipakai di Australia, mengalami peretasan. Dalam salah satu kasusnya, peretas berhasil mencuri uang sebesar US$250 ribu dari seorang wanita yang sedang menyelesaikan pembayaran rumahnya.

Australia mengadopsi PEXA dalam proses mengubah sistem pencatatan properti dari sistem Torrens yang berbasis kertas dan berusia 150 tahun ke sistem digital. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah NSW mengeluarkan mandat yang mewajibkan transisi penuh ke catatan digital sebelum bulan Juli tahun depan.

Setelah peralihan itu selesai, pemerintah NSW berencana membatalkan semua sertifikat tanah berbasis kertas, dan bank-bank sedang dalam proses digitalisasi catatan mereka. Business Insider melaporkan bahwa sudah ada ribuan transaksi di sistem PEXA.

ChromaWay berpendapat, bahwa blockchain akan memberikan keamanan lebih tangguh, transparansi lebih jelas, dan minimalisasi data mubazir, bila dibandingkan dengan sistem lama.

“Bekerjasama dengan mitra blockchain terkenal seperti ChromaWay, sangat membantu NSW LRS mempercepat pendekatan dan pembelajaran kami yang sudah terbukti dari penerapan di negara-negara seperti Swedia, India dan lainnya di seluruh dunia. Tentunya, perubahan apapun terhadap sistem dan layanan inti serta non-inti NSW LRS harus mendapat persetujuan regulator,” jelas Bennett. [ed]

spot_img

Terkini

Terkait