Oscar, Pemimpin Skema Ponzi OneCoin Meninggal Dunia

Oscar Brito Ibarra, pemimpin skema Ponzi OneCoin asal Chili meninggal dunia di Meksiko. Jasadnya tidak utuh, karena sebagian ditemukan di dalam koper dan sebagian lagi di plastik sampah.

OneCoin adalah skema ponzi berkedok aset kripto yang dirancang wanita asal Bulgaria, Ruja Ignatova pada tahun 2014. Anggota yang membeli paket OneCoin, di mana satu paketnya bisa mencapai US$100 ribu, dijanjikan bisa mendapat token untuk menambang OneCoin.

Tetapi aset kripto tersebut nyaris tidak berguna dan pemiliknya tidak bisa dengan mudah menukarnya untuk uang biasa. Ribuan orang di seluruh dunia menjadi korban, dengan nilai mencapai Rp54 triliun.

Kanal berita Chile La Tercera mengabarkan seorang pemimpin OneCoin, Oscar Brito Ibarra, ditemukan tewas. Penyebab kematian adalah kehabisan nafas. La Tercera melaporkan rekan Ibarra, Ignacio Ibarra, juga ditemukan tewas dengan cara yang sama.

Media lokal itu menyebutkan Brito Ibarra tertarik menghasilkan uang dan menjadi pemasar OneCoin. Ia bergabung dengan OneLife, kelompok pelatihan bagi pemasar yang ingin mempromosikan OneCoin. Anggota kelompok tersebut bisa mendapat bonus besar jika mengundang banyak orang ke proyek itu.

Kendati OneCoin kehilangan pamornya setelah terbongkar sebagai skema Ponzi dan pendirinya, Ratu Kripto Ignatova juga menghilang, Brito Ibarra tetap bertekad pada cita-citanya. Ia terus menjual proyek tersebut secara daring (online).

“Besarnya resiko Anda akan menentukan besarnya imbalan Anda. Seberapa besar resiko yang ada dalam hidup Anda saat ini?” komen Ibarra pada sebuah foto di jejaring sosial.

Setelah OneCoin, Ibarra terlibat skema penipuan lainnya, yakni Comercializadora Latinoamericana de Automotores, pindah ke kota Meksiko, lalu meyakinkan sejumlah mitra OneLife untuk bergabung ke skema tersebut. Setelah berhenti dari skema itu, Ibarra lanjut memasarkan video-video motivasi dan meditasi.

La Tercera melansir kejadian pekan lalu adalah misteri. Mereka berspekulasi, bahwa Ibarra mungkin dibunuh oleh kartel Meksiko, sebab Badan Narkoba Amerika Serikat berkata kartel sering memakai aset kripto untuk mencuci uang. Tetapi teman-teman Brito Ibarra menolak anggapan itu. [decrypt.co/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait