Pakai Blockchain, Inilah Bakong, Mata Uang Digital Kamboja

865

Bank sentral Kamboja akan menerbitkan mata uang digital, Bakong, bersamaan dengan peluncuran teknologi blockchain, dengan sebutan serupa, untuk sistem pembayaran yang lebih cepat dan murah.

Bank Sentral Kamboja, National Bank of Cambodia (NBC) meluncurkan platform pembayaran dan transfer uang berbasis teknologi blockchain dalam beberapa bulan ke depan, kata Direktur Jenderal NBC Chea Serey kepada The Phnom Penh Post, Senin (27 November 2020).

IKLAN

Penerapan teknologi itu sudah mendapat dukungan dari 11 bank di dalam negeri. Serey berharap banyak bank lagi yang akan bergabung.

CBDC
Bersamaan dengan peluncuran blockchain itu pula, bank sentral akan menerbitkan mata uang digital bernama “Bakong” di atas blockchain tersebut.

BERITA TERKAIT  Nokia, Lenovo dkk Gabung ke Proyek Blockchain Terbaru IBM

Menurut Serey, Bakong adalah bentuk lain dari mata uang digital bank sentral (CBDC/Central Bank Digital Currency), yang diluncurkan berdasarkan uji coba pada bulan Juli 2019 lalu dan akan beroperasi dalam kuartal fiskal saat ini.

Serey menggambarkan sistem tersebut sebagai “gerbang pembayaran nasional untuk Kamboja”.

“Bakong akan memainkan peran sentral dalam sistem pembayaran di Kamboja di bawah platform blockchain yang sama, sehingga memudahkan pembayaran lintas bank dan perusahaan.

Presiden Bank Phnom Penh, Shin Chang Moo mengatakan banknya sedang mempersiapkan banyak hal guna mendukung sistem baru itu di semua cabang.

“Persiapannya sudah dalam tahap akhir. Memang perlu waktu sedikit lebih lama dari yang diharapkan, karena kami harus memastikan bahwa sistem ini benar-benar bermanfaat dan senyaman mungkin bagi pengguna. Kami mengumumkan kesiapan kami, segera setelah sistem itu diluncurkan,” katanya.

Chang Moo mengatakan dibandingkan dengan cara pembayaran dan transfer konvensional, seperti kartu kredit dan debit, dan menggunakan layanan data Internet di ponsel, sistem Bakong lebih murah dan lebih nyaman.

“Beberapa pihak, khususnya bank memang tampak khawatir dengan perubahan sistem ini, karena merasa akan kehilangan sebagian pangsa pasarnya. Ini mungkin sebagian benar, setidaknya dalam jangka pendek. Namun, industri perbankan di Kamboja sebenarnya relatif belum matang dalam hal jumlah penyedia layanan dan pengguna. Bakong diharapkan bisa membalikkan situasi itu,” katanya.

Saat ini sebagian rekening bank nasabah di Kamboja sudah terhubung ke jaringan blockchain melalui dompet Bakong. Bakong nantinya bisa ditukar kembali menjadi mata uang Kamboja, riel. [The Phnom Penh Post/red]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini