Panic Mode On: Bursa Kripto Blokir Stablecoin Berbasis Solana

Binance, BitMEX dan OKX memblokir stablecoin berbasis Solana (SOL). Tidak ada penjelasan rinci dari bursa kripto tersebut. 

Selain ketiganya, banyak bursa utama lainnya juga menonaktifkan deposit dan/atau penarikan untuk varian berbasis Solana dari dua stablecoin teratas, USDT dan USDC. Demikian dilansir dari CryptoPotato.

Binance, sebelumnya, mengumumkan penangguhan sementara deposit stablecoin USDC dan USDT di blockchain Solana “hingga pemberitahuan lebih lanjut.” Namun setelah pengumuman itu, membuka kembali deposit untuk USDT di Solana.

Pekan lalu, Crypto.com mengumumkan dalam email yang dilihat oleh Decrypt bahwa setoran dan penarikan dalam USDT dan USDC telah ditangguhkan di jaringan Solana.

Seperti Binance, baik OKX maupun Crypto.com tidak memberikan penjelasan lengkap mengapa keputusan itu muncul.

Imbas Keruntuhan Bursa FTX

Sejumlah pihak meyakini, kebijakan bursa utama tersebut ada kaitan dengan keruntuhan FTX. Di mana imbas buruk dari skandal besar ini telah menyebar ke pemain industri besar lainnya seperti BlockFi dan Genesis.

Namun, USDT dan USDC bisa dikeluarkan langsung oleh Tether dan Circle, yang belum melaporkan masalah keuangan serupa. Pihak Circle mengklarifikasi bahwa USDC di Solana tetap dapat ditebus sepenuhnya dan didukung 1:1.

Di Twitter, CTO Tether Paolo Ardoino menawarkan teorinya sendiri tentang mengapa stablecoin tiba-tiba dihapus dari daftar.

“Hanya berspekulasi, tapi bisa jadi bursa melihat terlalu banyak hubungan antara FTX dengan Alameda dan Solana. Ada banyak ketegangan,” ujarnya Ardoino.

Melansir Decrypt, gelombang delisting mengikuti jatuhnya harga utama Solana setelah keruntuhan FTX, sebuah bursa yang diketahui sangat terlibat dengan jaringan dan token SOL. 

Solana pernah dicap sebagai salah satu cryptocurrency dengan masa depan yang menjanjikan tengah diuji dengan penurunan karena terdampak bangkrutnya pertukaran kripto FTX. 

Dilansir dari The Street yang mengutip data CoinGecko, token ini sudah kehilangan 61,6 persen dari nilainya dalam tujuh hari terakhir. Harga Solana kini sudah anjlok 95 persen dari level tertinggi sepanjang masa pada 6 November 2021.

Cryptocurrency Solana terkait dengan pertukaran kripto on-chain yang disebut proyek Serum, yang dibuat oleh pendiri FTX Sam Bankman-Fried, yang mengundurkan diri pada 11 November, menyusul kebangkrutan kerajaannya. Serum adalah pusat likuiditas.

Serum adalah salah satu fondasi infrastruktur Solana DeFi, karena merupakan protokol dan ekosistem yang menghadirkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah ke Solana DeFi. 

Bencana FTX dan kemunduran Solana telah mempengaruhi seluruh pasar mata uang kripto, yang sudah merosot 17,6 persen, atau kehilangan US$188,4 miliar, sejak Senin (7/11/2022). 

Bitcoin, cryptocurrency paling popular, turun 22,4 persen dalam satu minggu. Sementara Ether, cryptocurrency populer kedua berdasarkan nilai pasar, juga telah turun 24,4 persen.[ab]

Terkini

Warta Korporat

Terkait