Pejabat Bank of Canada: Blockchain Tidak Revolusioner

Kritik datang dari mulut Wakil Gubernur Bank of Canada (BoC), Carolyn Wilkins. Menurutnya, kendati teknologi blockchain ataupun decentralized ledger technology (DLT) mempunyai fitur keren yang tidak ditemukan pada teknologi sebelumnya, ada sejumlah masalah distributed ledger technology, yakni ia tak bisa selalu terdesentralisasi, efisien dan mengandung data akurat.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah pemaparan mengenai DLT di Universitas Princeton, beberapa lalu, seperti dilansir CryptoGlobe, Minggu (28/10).

Ia juga menyampaikan tentang kemungkinan adanya kripto yang diterbitkan oleh bank sentral, mengingat bank sentral bertugas menerapkan kebijakan keuangan, menerbitkan mata uang, serta menjaga kestabilan finansial. Mengenai kemungkinan mengintegrasikan blockchain ke sistem pembayaran BoC agar lebih efisien, Wilkins mengatakan karena sistem pembukuan di bank sudah terlanjur sentralistik, maka akan selalu ada bagian yang harus bersifat tersentralisasi.

“Penambangan Bitcoin, misalnya justru sangat terkonsentrasi akibat dominasi oleh sejumlah mining pool. Selain itu, blockchain hanya menggeser kebutuhan akan kepercayaan (trust need), alih-alih meniadakannya sama sekali. Lagipula programmer memiliki banyak kuasa, tetapi belum tentu mereka memiliki tanggung jawab yang sebanding,” kata Wilkins.

Wilkins mengungkapkan BoC sudah bereksperimen dengan Jasper, sebuah purwarupa sistem pembayaran antarbank yang menguji penerapan blockchain untuk pembayaran antarbank, penyelesaian pembayaran uang tunai dan sekuritas, serta pembayaran lintas batas. Bank tersebut menguji sistem itu menggunakan Ethereum dan Corda besutan R3. Hasilnya, menurut Bank of Canada, tidak revolusioner.

Terlepas dari kekhawatiran Wilkins, ia tetap bersemangat tentang masa depan DLT. Ia berkomentar kemungkinan aset kripto terbitan bank sentral adalah salah satu pertanyaan terbesar dari segi sosial. Ia juga mengakui teknologi ini bergerak sangat cepat.

“Kripto bank sentral memiliki dampak yang luas terhadap inklusi finansial, akses terhadap aset aman dan sekaligus melibatkan kepentingan komersial besar,” jelas Wikins. Belum ada keputusan apakah BoC sendiri tertarik akan membuat kripto sendiri. [ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait