Pejabat Reserve Bank of Australia Skeptis Terhadap Dolar Digital

Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michelle Bullock berkata pihaknya masih skeptis akan pentingnya membuat dolar Australia digital, seperti dilansir Cointelegraph, mengutip saluran berita bisnis dan keuangan lokal Australian Financial Review, Rabu (10/24).

Pihak RBA berpendapat kecepatan inovasi pembayaran saat ini akan menangkis ancaman apapun dari uang kripto, dan penciptaan uang bank sentral versi digital dapat membuat penarikan dana besar-besaran lebih mudah di saat krisis ekonomi. Setelah gelembung Bitcoin di akhir tahun 2017, potensi bank sentral Australia mengisukan dolar digital agar uang bisa ditransfer melalui distributed ledger (pembukuan terdistribusi) semakin pudar.

Berbicara di konferensi perbankan dan keuangan Sibos 2018 di Sydney, Bullock berkomentar dirinya tertarik melihat permasalahan apa yang akan dipecahkan teknologi tersebut. Tetapi, ia melihat belum ada manfaat yang mendesak dari diluncurkannya sebuah dolar digital.

Di antara beragam manfaat yang bisa diperoleh bank sentral, Bullock mengungkit uang digital dapat memungkinkan bank melampaui masalah kebijakan keuangan tentang batas terbawah, sehingga bank sentral bisa mengeluarkan suku bunga negatif. Akan tetapi, Bullock mengakui hal ini masih menjadi ide yang belum terbukti dan tidak biasa.

Asisten Gubernur RBA tersebut berkata sebelum bank bisa mengadopsi aset baru seperti uang digital, harus ada kegunaan yang terbukti. Ia menambah, pendukung dolar digital harus mendemonstrasikan alasan sistem pembayaran saat ini tidak bisa memberikan manfaat yang sama seperti yang diberikan distributed ledger.

“Saya belum yakin ada manfaatnya,” kata Bullock.

Perihal efisiensi yang bisa diraih dengan menerbitkan uang nasional melalui distributed ledger, Bullock berkata hal tersebut tidak besar dibanding biaya lainnya di sistem perbankan saat ini. Ia menyatakan uang digital memang akan memudahkan proses, tetapi bukanlah sebuah kebutuhan mendesak.

Kepala pembayaran dan penerimaan bisnis global Citi, Manish Kohli, setuju dengan pernyataan Bullock. Ia berkata bank sentral global belum perlu menciptakan uang digital, disebabkan pesatnya inovasi sistem pembayaran global.

Inovasi tersebut terjadi di tiga area: investasi bank sentral di infrastruktur pembayaran, transformasi sistem SWIFT, dan perbaikan drastis infrastruktur nasional, termasuk kapabilitas realtime (seperti platform pembayaran baru di Australia).

Pada Juni, bank sentral Australia menyangkal akan menerbitkan uang kriptonya sendiri. Pihak bank menyebut Bitcoin sebagai sesuatu yang sangat menarik tetapi tidak efisien. Tony Richards, pimpinan kebijakan pembayaran RBA, menyatakan penerbitan token bank bukan prioritas yang tinggi, tetapi merupakan sesuatu yang terus mereka garap.

Selain itu, Direktur Dewan Swiss National Bank (SNB) Thomas Moser berkata kripto dan teknologi blockchain masih terlalu primitif untuk membuat sebuah uang digital nasional. Moser menganggap kondisi blockchain saat ini mirip dengan inovasi tidak berguna compact disc. Ia menekankan harus ada kejadian serupa dengan Bitcoin, di mana orang-orang beralih ke Bitcoin karena lebih murah atau lebih baik. [ed]

spot_img

Terkini

Terkait