Penampakan Tambang Bitcoin, Hasilkan Rp712 Juta Setiap Hari

Adalah Greenidge Generation, pembangkit listrik tenaga gas alam di New York, punya tambang Bitcoin sendiri. Setiap hari bisa menghasilkan Bitcoin senilai US$50.000 (setara dengan Rp712 juta dengan kurs hari ini).

Dilansir dari Bloomberg , tambang Bitcoin itu punya 7.000 mesin tambang kripto berjenis ASIC di area seluas 19 meter persegi. Greenidge Generation telah menambang rata-rata 5,5 Bitcoin setiap hari selama beberapa bulan terakhir.

Foto udara pembangkit listrik Greenidge Generation. Sumber: Greenidgellc.com.

Didirikan pada tahun 1037, pembangkit listrik ini berlokasi di Dresden, New York. Sebelumnya listrik digunakan untuk tambang batubara. Dan kemudian sempat beralih ke operasi berbasis gas alam.

Ribuan alat tambang Bitcoin.

Biaya listrik adalah faktor utama dalam tambang Bitcoin. Jadi, dia tak padat karya, tetapi padat energi. Itulah sebabnya usaha tambang Bitcoin harus punya akses langsung dengan biaya listrik yang semurah mungkin.

Rak alat tambang Bitcoin tersusun di ratusan rak. Sumber: Bitcoin.com

Greenidge Generation tentu saja sangat beruntung, karena punya pasokan listrik sendiri. Bloomberg menyebutkan pembangkit listrik itu menghasilkan energi hingga 106 megawatt. Untuk tambang Bitcoin, yang dipakai sekitar 15 megawatt.

“Kami berada dalam posisi pasar yang menguntungkan, terlepas dari bagaimana situasi setelah Bitcoin Halving terjadi nanti. Karena kami memiliki pembangkit listrik sendiri, maka kami memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan penambang Bitcoin lainnya. Kami tetap bisa menghasilkan keuntungan, kendati harga Bitcoin turun.

Rak alat tambang Bitcoin tersusun di ratusan rak. Sumber: Bitcoin.com

Hash rate Meningkat
Sejak medio Oktober 2018, usaha tambang Bitcoin merosot drastis, seiring dengan menurunnya harga Raja Aset Kripto itu pada Desember 2017. Ini tercermin dari besaran hash rate Bitcoin, hingga Tiongkok masih mendominasi hingga lebih dari sepertiga besaran hash rate tambang Bitcoin secara global.

Namun itu tak berlangsung lama. Karena sejak awal Desember 2018, hash rate melonjak hingga saat ini dan terus mencapai rekor tinggi sepanjang masa.

Laju hash rate Bitcoin sepanjang masa. Sumber: Bitinfocharts.com.

Hash rate yang semakin tinggi adalah cermin kepercayaan diri penambang Bitcoin terhadap aset kripto berkapitalisasi terbesar di dunia itu. Pun produsen mesin tambang seperti Bitmain dan Canaan masih terus memasarkan mesin generasi baru yang lebih bertenaga, tetapi lebih hemat listrik. Cara itu, salah satunya adalah untuk mengantisipasi Bitcoin Halving pada Mei 2020 ini. [Bloomberg/red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait