Pengacara Ripple Labs Klaim Kantongi Arsip E-mail Mantan Direktur SEC AS, Penentu Nasib XRP Berikutnya

Yang lama dinantikan sudah tiba! pengacara Ripple Labs mengklaim telah mengantongi arsip e-mail Mantan Direktur SEC AS, tentang Bitcoin dan ETH bukanlah sekuritas, bagaimana nasib XRP?

Yang dinantikan hampir 2 tahun lamanya oleh Ripple Labs dan para pendukung XRP di dunia sudah tiba, yakni arsip e-mail, termasuk dokumen rancangan pidato mantan Direktur Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS, William Hinman bahwa BTC dan ETH bukanlah sekuritas.

Dokumen itu menjadi salah satu penentu kunci apakah kelak Ripple Labs bisa menang melawan SEC ataupun sebaliknya, Ripple Labs harus membayar denda karena XRP tetap dianggap sebagai sekuritas (efek).

Arsip itu, dijuluki sebagai “Dokumen Hinman” sebelumnya diminta oleh Ripple Labs lewat hakim kepada SEC. Namun, SEC berkali-kali menolaknya, sampai sebaliknya terjadi kemarin.

“Lebih dari 18 bulan lamanya dan 6 proses pengadialan, kami akhirnya mengantongi Dokumen Hinman, yakni berupa arsip e-mail SEC dan rancangan pidato 2018 Hinman yang terkenal itu. Kendati itu masih bersifat rahasia hingga detik ini. Saya dapat katakan itu menjadi sangat berharga dalam proses melawan SEC,” tulis Stuart Alderoty, Pengacara Ripple Labs di Twitter, Jumat (21/10/2022).

Pekan lalu, salah seorang pendiri Ripple Labs Brad Garlinghouse yang juga pihak tergugat oleh SEC, mengatakan bahwa pihaknya siap atas beragam kemungkinan, termasuk membayar denda (settlement), jika akhirnya XRP dianggap sebagai sekuritas, tidak setara dengan BTC dan ETH.

“Kendati suit memprediksi perihal waktu proses pengadilan, saya berhrp jawaban pasti akan datang pada paruh pertama tahun depan. Apakah itu pada kuartal pertama atau kuartal kedua. Kita lihat saja,” jelasnya, mengingat gugatan dilayangkan pada tahun 2020 silam.

Salah satu argumen penting dari Hinman pada tahun 2018 itu adalah, BTC dan ETH tidak tergolong sekuritas, sehingga tidak melanggar peraturan, karena ETH bersifat lebih desentralistik (decentralized) dibandingkan kripto yang lain.

Pidato itulah yang digunakan oleh SEC sebagai sandaran gugatan pada tahun 2020 kepada Ripple Labs, bahwa XRP kurang decentralized dan menggunakan entitas common company, termasuk adanya kontrak investasi antara penerbit kripto dan pembelinya ketika XRP melakukan Initial Coin Offering (ICO) di awal-awal pendiriannya.

Bagaimana Nasib XRP?

Lewat beberapa kali sidang, sebagian besar Ripple Labs mengantongi “kemenangan”, sebab banyak mosi Ripple Labs terhadap SEC selalu mendapatkan dukungan dari hakim.

Salah satunya yang menonjol adalah hakim memerintahkan SEC harus menyerahkan dokumen Hinman itu kepada SEC, karena menjadi penentu definisi dan batasan tentang apakah sebuah kripto itu sebagai sekuritas, selain argumen SEC menggunakan Howey Test.

Kemenangan demi kemenangan itulah yang turut menggenjot harga XRP di pasar spot selama 30 hari terakhir.

Banyak pengamat meyakini Ripple Labs bisa menang di pengadilan dalam melawan SEC, walaupun pada akhirnya perusahaan itu akan membayar denda. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait