Prediksi Harga Bitcoin November 2023, Ruang Bullish Masih Ada

Prediksi harga Bitcoin November 2023 menurut Panji Yudha, analis di Ajaib Kripto mengatakan, bahwa ruang bullish bagi BTC masih ada, jika BTC berhasil menembus dan bertahan di atas US$35 ribu. Dua pekan pertama awal bulan depan disebut juga ada peluang buy the dip.

Optimisme pasar aset kripto sepanjang Oktober 2023 yang didorong oleh antisipasi Spot Bitcoin ETF mengangkat Bitcoin (BTC) ke level tertinggi sejak Mei 2022, dengan kenaikan yang luar biasa sebesar 22,85 persen sejak 1 Oktober 2023 hingga 31 Oktober 2023.

Sementara sejak awal tahun Bitcoin telah melesat lebih dari 100 persen dari harga US$$16.600 pada 1 Januari 2023 hingga mencapai level tertingginya di harga US$35.200 pada Oktober ini.

Selasa (31/10/2023) pukul 08.00 WIB, BTC bertengger di harga US$34.511 menguat 0,55 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 0,57 persen dalam periode tujuh hari terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) bertengger di harga US$1.810 menguat 0,98 persen dalam 24 jam terakhir dan naik 0,22 persen dalam tujuh hari terakhir.

Sementara, kapitalisasi pasar aset kripto global pada Selasa (31/10/2023) pukul 08.00 WIB bertengger di US$1.255 triliun, naik 0,80 persen dalam 24 jam terakhir.

Beberapa altcoin juga mengalami kenaikan signifikan sepekan terakhir seperti Conflux (CFX) naik 32,50 persen bertengger di US$0,1650. Sementara, Aptos (APT) bertengger di US$7,24 naik 15,3 persen dalam 7 hari terakhir. Adapun, Axie Infinity (AXS) sepekan terakhir mengalami kenaikan 17,16 perse, bertengger di harga US$5,63.

Peluang Buy the Dip di Awal November

Analis Ajaib Kripto Panji Yudha mengatakan, Bitcoin berpotensi besar kembali akan menutup Oktober 2023 dengan positif, di mana harga Bitcoin saat ini di atas US$34.000 telah naik lebih dari 20 persen sejak 1 Oktober pada harga US$28.000.

“Dua minggu pertama bulan November berpotensi akan menjadi peluang untuk buy the dip apabila Bitcoin turun ke harga US$30.000, sehingga momentum bullish sepanjang Oktober berpotensi akan berlanjut melihat November juga merupakan salah satu bulan yang positif sepanjang sejarah Bitcoin sejak tahun 2013,” ujarnya.

Panji mengacu dari data Coinglass, bahwa sepanjang tahun 2013 hingga tahun 2017 Bitcoin terus mengalami kenaikan yang signifikan di setiap November. Sementara, dari 2018 hingga 2022, Bitcoin hanya mengalami kenaikan sekali pada November, yaitu pada 2020.

“Namun jika dilihat dari pergerakan rata rata Bitcoin setiap November sejak tahun 2013-2022, menjadikannya sebagai bulan paling bullish dengan kenaikan rata rata sebesar 50,61 persen,” tegas Yudha.

Meski data menunjukkan Bitcoin cenderung bullish pada November, pekan ini terdapat serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berpotensi akan berdampak ke pergerakan aset kripto, dimulai pada Selasa (31/10), Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari, di mana diperkirakan suku bunga acuan telah mencapai puncaknya dengan The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50 persen.

Investor juga akan mencermati pernyataan yang menyertainya dan sesi tanya jawab berikutnya dari Ketua Fed Jerome Powell untuk mencari petunjuk mengenai langkah bank sentral ke depan dalam menentukan suku bunga.

Pada hari yang sama pemerintah AS juga akan merilis data mengenai biaya tenaga kerja dari bulan Juli hingga September. Selain itu, The Conference Board akan merilis indeks kepercayaan konsumen untuk bulan Oktober. Sementara, pelaku pasar juga akan mencermati laporan ketenagakerjaan bulan Oktober yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (3/11/2023).

Fear & Greed Index Tinggi, Lakukan Diversifikasi

Saat ini, Fear & Greed index yang mengukur sentimen pasar Aset Kripto, telah mencapai level tertinggi sejak Bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada November 2021.

Data terakhir menunjukkan indeks mencapai 72/100 dalam beberapa hari terakhir. Ini termasuk dalam kategori “keserakahan” atau greed dan menyamai posisinya hanya beberapa hari setelah Bitcoin mencapai level tertinggi terbaru sepanjang masa di US$69.000 hampir dua tahun lalu.

“Melihat pekan ini dengan rilis berbagai data ekonomi AS dan saat ini situasi pasar kripto juga telah berada dalam zona greed atau serakah, maka dapat dipertimbangkan untuk melakukan diversifikasi portofolio, menetapkan tujuan dan batasan risiko dengan menggunakan fitur take profit dan stop loss dan menghindari FOMO,“ tegasnya.

Yudha juga menyampaikan, terkait prediksi harga Bitcoin November 2023, penting juga untuk terus memantau berita dan tren pasar. Sementara, memperhatikan pergerakan Bitcoin untuk mendapatkan wawasan tentang potensi pergerakan harga, serta kewaspadaan juga penting mengelola risiko dalam pasar kripto yang volatil.

Prediksi Harga Bitcoin November dan ETH

Dalam 24 jam terakhir BTC masih terlihat kokoh di atas US$34.000 namun belum berhasil naik ke atas US$35.500 dan pada Selasa (31/10/2023) pukul 08:00 WIB BTC bertengger di US$34.511. Saat ini, BTC berpotensi akan menuju ke US$36.000-US$36.500 kembali, apabila berhasil breakout harga tertinggi tahun ini di kisaran US$35.000.

Namun apabila gagal, maka BTC akan turun menuju area support terdekat di US$33.500 dan area support selanjutnya berada di kisaran US$30.000. Indikator Stochastic menguat di atas area centreline dan MACD histogram bar dalam momentum bullish terbatas.

Sementara ETH pada Selasa (31/10/2023) pukul 09:00 WIB, ETH bertengger harga US$1.810. Saat ini, ETH berupaya untuk bertahan di atas US$$1.800 dan berpotensi akan menguji area resistance trendline di kisaran US$1.900, apabila berhasil breakout maka ETH akan berpotensi lanjut menguat ke area resistance psikologis di harga US$2.000. Sementara area support saat ini berada di kisaran US$1.730 Indikator Stochastic menguat di area centreline dan MACD histogram memasuki momentum bullish terbatas.

BTC Long Term Holder Kuat Bertahan

Terpisah, berdasarkan data yang dihimpun Tim Blockchainmedia.id dari Glassnode, ketika harga BTC sukses menyentuh US$35 ribu pada beberapa waktu lalu, ada sejumlah fakta menarik. Harga Bitcoin sebesar US$35.000 bertindak sebagai titik resistensi jangka pendek, menunjukkan bahwa banyak investor melihat ini sebagai peluang baik untuk mengambil keuntungan. Lonjakan pengambilan keuntungan di sekitar level ini pada 24 Oktober, dengan lebih dari US$1,5 miliar keuntungan yang direalisasikan, adalah peristiwa yang signifikan dan mengingatkan pada peristiwa serupa pada 7 Mei 2023 lalu.

Kenyataan bahwa pemegang jangka pendek, yang membeli Bitcoin dalam 155 hari terakhir, menjadi yang memimpin pengambilan keuntungan ini menunjukkan bahwa mungkin ada rasa gugup atau ketidakpastian di kalangan investor baru-baru ini. Pemegang jangka pendek ini kemungkinan masuk ke pasar selama periode pertumbuhan harga yang kuat dari US$25.000 hingga US$34.000, dan mereka memanfaatkan peluang untuk mengambil keuntungan saat ini.

Di sisi lain, pemegang jangka panjang, yang telah berada di pasar dalam jangka waktu yang lebih lama, tampaknya kurang terpengaruh oleh turbulensi jangka pendek dan tidak tergesa-gesa untuk mengambil keuntungan. Ini bisa menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi terhadap potensi jangka panjang Bitcoin dan bersedia menahan fluktuasi jangka pendek. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait