Spesialis Blockchain Digaji Rp321 Juta Per bulan

Berdasarkan data dari Glassdoor, perusahaan bursa tenaga kerja, gaji spesialis blockchain tetap sama di tahun 2019 dibanding tahun 2018. Gaji terendah yang ditawarkan adalah US$17 ribu sementara gaji tertinggi bernilai US$271 ribu per tahun atau setara dengan Rp321.258.079 per bulan. Sebagian besar lowongan kerja blockchain menawarkan gaji US$81 ribu hingga US$144 ribu per tahun.

Sedangkan data dari Indeed, perusahaan bursa tenaga kerja lain, menunjukkan rentang gaji spesialis blockchain berada di antara US$75 ribu hingga US$90 ribu dengan rata-rata US$82.500. Tahun lalu, rata-rata gaji menurut Glassdoor adalah US$84.884, tidak jauh berbeda.

Indeks gaji tahun 2019 tidak terdampak oleh harga-harga yang menurun maupun masuknya pencari kerja dari negara-negara Asia Selatan, seperti India, Nepal, Pakistan dan sebagainya, yang meminta upah hanya US$10 hingga US$20 per jam melalui situs Upwork. Spesialis blockchain dari Amerika memiliki permintaan upah tertinggi, yaitu US$100 per jam atau lebih.

Berdasarkan data bulan Juli 2019, spesialis pengembang full-stack paling murah bisa didapatkan dari India, di mana upah yang diminta adalah US$3 per jam. Sedangkan permintaan upah paling mahal di sektor kripto dipegang oleh spesialis hak kekayaan intelektual dan pengacara kripto, yang bisa mendapatkan US$200 per jam.

Menurut data dari teQatlas, gaji tertinggi didapatkan oleh spesialis blockchain dari AS, dengan rata-rata US$109.773, sedangkan di negara-negara Asia gaji rata-rata lebih rendah yaitu US$98.500.

Gaji rata-rata pegawai di Eropa berselisih cukup jauh dengan Amerika, yaitu 30 persen lebih kecil pada angka US$57.500. Di saat yang sama, pencari kerja dari negara lain bisa mendapatkan gaji lebih besar dengan pekerjaan jarak jauh (tidak di kantor).

Kebanyakan bursa tenaga kerja blockchain dan kripto masih fokus mencari pengembang (developer). Laporan lowongan kerja terbaru di Amerika terbitan LinkedIn menunjukkan permintaan terhadap pengembang blockchain meningkat 33 persen dibanding tahun lalu.

Menurut data Janco Associates, perusahaan yang melakukan survei gaji, pada Oktober 2018, gaji rata-rata pengembang blockchain adalah US$127 ribu. Sedangkan statistik dari perusahaan rekrutmen Hired, gaji tersebut berada di rentang US$67 ribu hingga US$155 ribu per tahun, bergantung wilayahnya.

Pada bulan Januari 2019, angka gaji rata-rata itu mulai berubah. Median gaji tahunan pengembang blockchain menjadi US$132 ribu, di mana pengembang yang berpengalaman berpotensi meraih gaji US$76 ribu ke atas.

Tetapi, enam bulan kemudian, data dari ZipRecruiter per Juli 2019 menunjukkan gaji rata-rata tahunan pengembang blockchain di AS turun sedikit, menjadi US$126.020 per tahun, atau penurunan sebesar 1 hingga 5 persen dalam tahun yang sama.

Peluang mendapatkan gaji tahunan US$500 ribu, seperti yang pernah terjadi dua tahun sebelumnya, kini tidak realistis. Sebab, rentang gaji rata-rata bagi pengembang blockchain cukup ketat, dengan selisih hanya sebesar US$19 ribu. Hal ini berarti, terlepas dari lokasi, tidak banyak peluang bagi peningkatan gaji, bahkan bagi pengembang dengan bertahun-tahun pengalaman. [cointelegraph.com/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait