Suku Bunga AS Bakal Naik Bulan Ini?

The Fed tengah menghadapi keputusan sulit perihal suku bunga Amerika Serikat (AS), apakah bakal naik pada bulan ini?

Bitcoinsistemi melansir laporan Wall Street Journal, bahwa beberapa pejabat khawatir tentang inflasi sementara yang lain takut terjadi perlambatan dalam ekonomi, jika suku bunga AS bakal naik sekali lagi tahun ini.

Dilema ini dipicu oleh perbedaan pendapat di antara anggota Federal Open Market Committee (FOMC), yang mencerminkan kekhawatiran tentang inflasi dan kesehatan ekonomi.

The Fed telah melakukan serangkaian langkah ketat, dengan 11 dari 12 pertemuan terakhir menghasilkan kenaikkan suku bunga, membawa suku bunga ke kisaran 5,25 persen hingga 5,5 persen.

Ini menandai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, langkah yang diambil terutama untuk meredakan tekanan inflasi.

Kenaikkan suku bunga terakhir terjadi pada bulan Juli, tetapi sekarang bank sentral harus memutuskan apakah akan mempertahankan momentum ini atau mengambil jeda.

“Namun, The Fed mungkin akan menghentikan kenaikan tingkat bunga pada bulan September ini dan membahas apakah akan menaikkan tingkat bunga pada bulan November atau Desember,” tulis media crypto dalam pemberitaan, belum lama ini.

Satu faksi dalam FOMC sangat khawatir tentang inflasi. Mereka menganjurkan untuk melanjutkan kebijakan jaminan terhadap inflasi dengan menaikkan suku bunga lagi pada musim gugur ini.

Alasannya sederhana: jika inflasi ternyata lebih tinggi dari yang diharapkan, pembalikan kebijakan yang tiba-tiba dapat berdampak ekonomi dengan sangat merugikan.

Di sisi lain, ada yang lebih cenderung untuk menghentikan peningkatan suku bunga. Mereka berpendapat bahwa lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan, terutama di China dan Eropa.

Selain itu, mereka menunjuk pada dampak kenaikkan suku bunga di masa lalu yang masih terasa pada ekonomi AS. Kelompok ini menjalankan pendekatan yang lebih konservatif, khawatir bahwa kenaikkan suku bunga yang terlalu agresif bisa memicu penurunan atau bahkan periode kekacauan keuangan baru.

Alat CME FedWatch saat ini memberikan probabilitas 93 persen untuk menghentikan kenaikan tingkat bunga.

Ekonom terbelah pendapat mengenai implikasi keputusan yang akan datang. Beberapa berpendapat bahwa perbedaan antara kenaikkan suku bunga dan tidak ada kenaikkan suku bunga mungkin tidak sebesar yang terlihat.

Mereka menyarankan agar The Fed berhati-hati dalam mengandalkan data yang melihat ke belakang dan menekankan pentingnya indikator yang melihat ke depan yang menunjukkan bahwa ekonomi mungkin belum siap menerima kenaikkan suku bunga.

BI Prediksi The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunga AS

Sementara CNBC Indonesia mengutip prediksi Bank Indonesia (BI), bahwa The Fed akan mengundur keputusan kenaikan suku bunga acuan Fed Fund Rate.

“Tadinya di kuartal III tapi sepertinya akan diundur ke kuartal IV,” kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Erwindo Kolopaking seperti dikutip CNBC, belum lama ini.

Arah kebijakan suku bunganya pun menurut BI akan masih dalam tren tinggi dalam jangka waktu yang panjang atau biasa dikenal dengan istilah Higher for Longer. Dengan begitu, ketidakpastian di pasar keuangan global masih akan belum menentu.

“Ini juga akan mendorong nanti ketidakpastian di pasar keuangan. Ditambah lagi ada sekarang tahun fiskal US berakhir di kuartal III dan ini kemudian biasanya ada government shutdown,” tutur Erwindo. [ab]

Terkini

Warta Korporat

Terkait