Label Telegram

telegram

Telegram Resmi Akhiri Proyek Blockchain TON dan Aset Kripto Gram

Layu sebelum berkembang. Mungkin itulah pepatah yang sesuai untuk proyek ambisius ini. Pavel Durov, Pendiri dan CEO Telegram resmi mengakhiri proyek blockchain TON dan aset kripto Gram yang dibidaninya sejak tahun 2018, kendati belum masuk tahap main net.

Soal Aset Kripto GRAM, Michael Novogratz: Padukan Saja Bitcoin di Telegram

Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital mengatakan, bahwa aset kripto GRAM dan blockchain TON tidaklah perlu. Katanya, cukup padukan saja Bitcoin (BTC) ke dalam aplikasi Telegram.

Pemerintah Rusia Hendak Blokir Blockchain TON Milik Telegram

Pemerintah Rusia hendak memblokir teknologi blockchain TON milik telegram. Hal itu tertuang dalam sebuah dokumen pengadaan proyek teknologi oleh General Radio Frequency Center.

Liquid Kembalikan Uang Hasil Penjualan Aset Kripto Gram Besutan Telegram

Akibat perselisihan Telegram dengan SEC di Amerika Serikat yang tak kunjung usai, bursa aset kripto asal Jepang, Liquid mengembalikan uang hasil penjualan aset kripto Gram kepada para investor. Liquid telah sukses mengumpulkan uang senilai Rp6,3 triliun pada September 2019 lalu.

Telegram Tidak Akan Satukan Kripto Gram dan Aplikasi Messenger-nya

Dalam pernyataan resmi yang dirilis baru-baru ini, Telegram mengatakan tidak berencana memadukan aplikasi chat-nya dengan dompet kripto Gram pada blockchain TON. Saat blockchain TON meluncur, aplikasi dompet kripto tersebut tidak akan menjadi bagian aplikasi messenger.

Terungkap! Pendiri WordPress adalah Investor Aset Kripto Gram Buatan Telegram

Setelah sekian lama Telegram berseteru dengan SEC soal investasi di aset kripto Gram di Amerika Serikat. Belum lama ini terungkap ke publik, bahwa Pendiri Wordpress, Matt Mullenweg juga terlibat sebagai salah satu investornya.

Investor Blockchain TON dan Kripto GRAM Rela Dana Tak Kembali

Setelah SEC Amerika Serikat "menendang" proyek Blockchain TON dan kripto GRAM beberapa waktu lalu, Telegram akhirnya memutuskan meminta persetujuan apakah investor awal ingin dana investasi dikembalikan. Kabar terakhir yang dilansir dari Forbes Rusia, menyebutkan bahwa investor rela Telegram tidak mengembalikan dana investasi mereka.

Telegram Tunda Distribusi Kripto GRAM Hingga April 2020

Telegram dikabarkan menunda peluncuran teknologi blockchain Telegram Open Network (TON), termasuk distribusi kripto GRAM, menyusul "tendangan" oleh Otoritas Jasa Keuangan (SEC) Amerika Serikat (AS). Perusahaan layanan perpesanan instan (instant messaging) tersebut memberitahu investor bahwa tanggal peluncuran akan diundur menjadi 30 April 2020.

Bos Telegram, Pavel Durov: Proyek Blockchain TON dan Kripto GRAM Mungkin Ditunda

CEO dan Pendiri Telegram, Pavel Durov terkejut dengan keputusan Komisi Sekuritas AS (SEC) yang menuntut Telegram ke pengadilan terkait investasi proyek Blockchain TON dan Kripto GRAM. Dia juga menyebutkan adanya kemungkinan proyek blockchain TON dan Kripto GRAM ditunda.

Ingkar Janji, AS Tendang Proyek Kripto Telegram

Amerika Serikat melalui Securities and Exchange Commission (SEC) "menendang" proyek kripto Telegram. SEC pada Jumat (11/10/2019) mengatakan Telegram ingkar dalam mengirimkan aset kripto GRAM yang dijanjikan kepada sejumlah investor di Amerika Serikat. Menurut SEC, sedianya Telegram mengirimkan GRAM sebelum Oktober 2019.