Label Telegram

telegram

Sah! Telegram Pastikan Membuat Blockchain TON dan Kripto GRAM

Pada 8 Oktober 2019 Telegram akhirnya memastikan memang membuat blockchain sendiri bernama TON (Telegram Open Network), dengan aset kripto bernama GRAM. Informasi itu dijabarkan di situs web resmi Telegram di bagian Grams Wallet dalam hal term of services (ToS) untuk layanan Telegram.

Ini Penampakan Wallet Blockchain TON Milik Telegram

Beberapa hari setelah Telegram mengumumkan sayembara uji coba Blockchain TON (Telegram Open Network), kemarin tersebar satu peranti lunak bernama "TON Key Generator" dari Telegram Channel "TON Board". Channel itu disebutkan merupakan Channel khusus investor TON, tetapi tidak pasti apakah Channel tersebut merupakan Channel resmi (seperti sebelumnya-Red) proyek tersebut.

Telegram Gelar Sayembara Uji Blockchain TON Berhadiah Rp5,6 Miliar

Sebagaimana lazimnya proyek teknologi blockchain yang menggelar sayembara berhadiah untuk menguji keandalannya, Telegram dengan proyek blockchain TON-nya menggelar sayembara berhadiah uang senilai Rp5,6 miliar.

Blackmoon Crypto Mengklaim Akan Jual Kripto GRAM Telegram

Setelah public sale kripto GRAM usai di Liquid (Jepang) dan Tokenomy (Singapura), bursa kripto Blackmoon Crypto asal Cayman Island mengklaim akan menjual kripto tersebut setelah blockchain TON (Telegram Open Network) diluncurkan.

Yes! Kode Full Node Blockchain TON Telegram Versi Testnet Sudah Tersedia

Proyek blockchain Telegram, TON (Telegram Open Network), telah memasuki tahap persiapan terakhir sebelum diluncurkan. Inilah teknologi blockchain tempat kripto GRAM bersemayam dan kelak digunakan di aplikasi Telegram untuk pembayaran dan beranekaragam layanan lainnya.

Di Liquid, Hasil Penjualan Kripto GRAM Telegram Mencapai Rp6,3 Triliun

Liquid, bursa kripto asal Jepang, yang menjadi mitra Gram Asia dalam public sale kripto GRAM buatan Telegram, mengumumkan rincian transaksi hasil penjualan kripto GRAM tersebut. Berdasarkan data di Etherscan, jumlah dana yang terkumpul mencapai 446.225.351,58 USDC atau setara dengan Rp6,3 triliun.

Melacak Kripto Gram Besutan Telegram

Mengingat ada banyak nama-nama besar yang saling terkait dengan Blockchain TON dan kripto Gram ini, termasuk sejumlah institusi yang mengklaim melakukan langkah sah dan meyakinkan, bisa jadi memang inilah "gendang" yang sedang dijalankan oleh Pavel Durov dan kawan-kawan. Kita tunggu saja, apakah kripto Gram nanti benar-benar berada di genggaman kita di Telegram.

Minat Beli Token “GRAM” Telegram? Berhati-hatilah

Setelah menanti sejak tahun 2017, kripto "GRAM" milik Telegram disebutkan akan diperdagangkan di bursa kripto Liquid pada Juli mendatang. Terpantau di situs web Liquid, sudah ada pengumuman program afiliasi bagi kripto tersebut. Namun, mengingat belum ada pernyataan resmi dari CEO Telegram, Pavel Durov, masyarakat sepatutnya berhati-hati.