Tekan Biaya Transaksi, Air France-KLM Cicipi Blockchain

Perusahaan induk (holding company) Air France-KLM bermitra dengan Winding Tree untuk mengeksplorasi teknologi blockchain agar peran pihak ketiga dapat dikurangi atau bahkan ditiadakan. Kedua perusahaan besar itu akan mencicipi teknologi besutan Winding Tree untuk menyediakan layanan penerbangan yang berbeda dengan yang lain. Di aspek lainnya, beragam vendor maskapai itu akan merasakan murahnya biaya transaksi, karena ketiadaan pihak ketiga.

“Dengan teknologi blockchain, kami ingin memberi sentuhan baru terhadap bisnis penerbangan, baik bagi pelanggan, perusahaan dan start-up,” kata Sonia Barriere, Wakil Presiden Eksekutif untuk Strategi dan Inovasi Air France-KLM melalui siaran pers.

Teknologi blockchain semakin sering diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar sebagai cara untuk memroses big data dan mengubahnya menjadi informasi penting dalam pengambilan keputusan.

Dua tahun yang lalu maskapai asal Jerman, Lufthansa menggunakan blockchain untuk meningkatkan transparansi. Bahkan IBM mengembangkan blockchain mereka sendiri untuk memonitor data penerbangan dalam jumlah besar.

Pada 2017, Accenture melaporkan bahwa karakteristik industri penerbangan sejalan dengan kemampuan blockchain, di mana ada sejumlah data yang sangat besar yang bisa diolah dan akhirnya dapat menguntungkan perusahaan. [vins]

spot_img

Terkini

Terkait