Texas Kembangkan Identitas Berbasis Blockchain bagi Tunawisma

43
IKLAN

Kota Austin di Texas, Amerika Serikat (AS) dan beragam entitas lainnya, bermitra untuk menyelesaikan permasalahan sosial, seperti menciptakan sistem identitas berbasis blockchain. Proyek ini diharapkan dapat membantu tunawisma melacak dokumen penting seperti identitas, seperti dilansir Bitcoinist, Jumat, (14/09).

Sebelumnya, IBM berkolaborasi dengan Pusat Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control atau CDC), AS untuk membuat sistem pengawasan berbasis blockchain demi membantu pekerja medis mengakses informasi mengenai pemberian obat resep dan pengobatan.

Beberapa pihak berpendapat bahwa akses terhadap informasi tentang rantai pasokan obat-obat dan riwayat pemberian resep memudahkan pelacakan pasien yang kecanduan sehingga dapat meredam krisis narkoba.

Kini blockchain dipandang sebagai alat untuk memecahkan permasalahan tunawisma. Kota Austin berkembang pesat sebagai salah satu pusat startup di AS karena bakat-bakat dari kota lain seperti San Fransisco kini pindah ke ibukota Texas tersebut. Pertumbuhan ini mengakibatkan biaya perumahan naik. Harga rumah yang tinggi menambah jumlah tunawisma yang ada di wilayah tersebut.

Pejabat pemerintah Austin dan beberapa perusahaan swasta merancang cara memberikan bantuan kepada para tunawisma. Tetapi, usaha itu terhambat oleh dokumentasi identitas tunawisma yang tidak jelas atau bahkan tidak ada sama sekali.

Sly Majid, Kepala Petugas Layanan Austin, mengatakan bahwa isu terkait identitas adalah salah satu masalah yang paling sulit dipecahkan, karena para tunawisma harus mengulang proses identifikasi ketika terjadi kecelakaan, seperti kartu jaminan sosial terkena air, atau tas ransel yang dicuri.

“Hilangnya dokumen identitas yang berharga membuat tunawisma sulit melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi mereka. Selama setahun terakhir, kota Austin bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Dell dari Universitas Texas dan Layanan Medis Darurat Wilayah Austin-Travis untuk membuat solusi yang berhasil,” ujar Majid.

Terinspirasi dari program-program serupa yang diterapkan di kamp pengungsi, ketiga entitas tersebut mengembangkan sistem identifikasi bertenaga blockchain supaya warga dapat secara aman menyimpan catatan digital mereka, termasuk alamat surel, nomor telepon dan dokumen identitas lainnya.

Kemitraan yang disebut MyPass Initiative ini didanai hibah senilai US$100 ribu oleh Mayor’s Challenge, sebuah kompetisi yang disponsori Bloomberg Philanthropies yang memberikan dana hibah kepada kota-kota dengan ide yang inovatif. Austin adalah salah satu dari 35 kota yang memenangkan dana hibah, dan kota yang menjadi juara akan mendapatkan hibah hingga US$5 juta.

Kota Austin dan Fakultas Kedokteran Dell menggelar hackathon pada bulan Agustus di mana komunitas lokal blockchain diundang untuk memecahkan beberapa permasalahan tentang pengembangan platform-nya.

Beberapa tim yang berpartisipasi membuat purwarupa yang diuji coba oleh beberapa tunawisma. Mereka kemudian meminta umpan balik dan saran dari para pengguna. Sebelum itu, para inisiator juga diundang berbicara dengan para tunawisma untuk menggali ide tentang hambatan dan solusi yang ada. [ed]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini