Memasuki kuartal kedua tahun 2025, banyak pelaku pasar mulai bertanya-tanya, apakah ini saat yang tepat untuk bersiap menghadapi reli pasar kripto berikutnya?
Setelah pergerakan harga yang cenderung membosankan, bahkan menjengkelkan selama beberapa bulan terakhir, muncul beragam indikator yang memberi harapan akan adanya potensi kenaikan.
Video dari analis kripto ternama Lark Davis menyoroti bahwa berbagai sinyal makroekonomi saat ini sedang mengarah ke arah yang cukup optimis, meskipun tentu saja, belum waktunya membuka katalog mobil sport.
The Fed Mulai Longgarkan Tekanan?
Salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah kebijakan The Fed AS. Davis mengungkapkan bahwa ada peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Mei atau paling lambat Juni. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka biaya pinjaman akan turun, membuka keran aliran dana ke sektor properti dan aset berisiko seperti saham dan kripto.
Lebih lanjut lagi, analis JP Morgan memperkirakan bahwa The Fed bisa saja menghentikan program pengetatan kuantitatif (QT) sepenuhnya di kuartal dua. Alasannya? Buffer likuiditas seperti reverse repo facility senilai US$2,3 triliun sudah hampir terkuras.
Jika cadangan bank yang biasanya digunakan sebagai dana darurat sudah menipis, maka menunda pengetatan lebih lanjut tampaknya jadi keputusan logis.
“Bank-bank besar saat ini sedang mendekati level cadangan ideal menurut ukuran GDP, jadi ruang untuk pelonggaran kebijakan makin terbuka,” ujar tim analis JP Morgan dalam laporan mereka.
Uang Berlimpah, Pasar Kripto Bisa Ketiban Rejeki?
Data dari Forbes menyebutkan bahwa suplai uang global M2, yang melacak seluruh uang beredar dari 21 bank sentral utama, naik sebesar 3,8 persen sejak awal 2025. Sekilas terdengar kecil, tetapi dalam skala global, itu berarti triliunan dolar tambahan.
Menurut Davis, secara historis, peningkatan suplai M2 ini biasanya berdampak terhadap harga Bitcoin dalam jangka 70 hingga 100 hari.
Tak hanya itu, Davis juga mencatat bahwa The Fed mulai mengurangi pengurangan neraca mereka dari US$25 miliar per bulan menjadi hanya US$5 miliar mulai April. Artinya, akan ada lebih banyak uang “mengalir bebas” di pasar, dan aset seperti kripto bisa ikut kecipratan.
Drama Tarif dan Ketakutan Pasar
Namun demikian, bukan berarti semua indikator mendukung sepenuhnya. Ketidakpastian global, terutama terkait tarif yang digadang-gadang oleh Presiden Donald Trump, sempat mengguncang sentimen investor. Pasar saham seperti S&P 500 dan NASDAQ bahkan mencatat kuartal terburuk sejak tahun 2022.
Ketakutan tersebut diperparah oleh sentimen konsumen yang buruk, sebanding dengan masa-masa terendah seperti krisis 2008 dan pandemi COVID-19. Tapi di sisi lain, jika drama tarif ini ternyata terlalu dibesar-besarkan dan ada sinyal diplomasi yang positif pada bulan April, maka bisa jadi kita akan melihat pantulan kuat dari pasar.
“Investor bisa saja bereaksi berlebihan terhadap ketidakpastian ini. Bila situasi ternyata tak seburuk yang dibayangkan, kita bisa melihat reli pelipur lara atau bahkan pembalikan tren,” jelas Davis.
Emas Naik, Bitcoin Bisa Mengikuti?
Satu lagi indikator menarik yang disorot Lark Davis adalah pergerakan harga emas. Dalam sebulan terakhir, emas sudah naik lebih dari 10 persen dan menyentuh rekor baru di atas US$3.100 per ons. Biasanya, Bitcoin sering mengikuti tren emas dengan jeda waktu beberapa bulan.
Mengutip Charles Edwards dari Capriole, Bitcoin cenderung “mengekor” emas, sama seperti hubungannya dengan suplai uang global. Jika tren ini berulang, maka lonjakan harga Bitcoin mungkin bisa terjadi menjelang akhir kuartal dua, meskipun tidak ada jaminan pasti.
Tentunya, dengan begitu banyak faktor yang saling tarik-menarik, dari kebijakan suku bunga, suplai uang, drama perdagangan, hingga lonjakan emas, situasi pasar saat ini memang rumit.
Di satu sisi, grafik dan indikator teknikal masih terlihat “panas.” Tapi di sisi lain, tekanan sudah mulai mereda dan pasar hanya butuh satu atau dua katalis positif untuk mulai bergerak lagi.
Lark Davis menyimpulkan bahwa setidaknya ada peluang untuk satu lonjakan besar lagi dalam beberapa bulan mendatang, namun ia juga mengingatkan agar tidak gegabah. Bagi investor, saat seperti ini bukan waktunya bermain terlalu agresif dengan leverage.
Lagipula, siapa pun yang sudah terlalu sering mengalami pasar kripto tahu, lebih baik ambil sedikit keuntungan saat pasar naik, daripada panik saat semuanya terjun bebas. [st]