Universitas Sussex: Harga Bitcoin dan Emas Dimanipulasi

Hasil penelitian oleh Universitas Sussex menyimpulkan, bahwa harga dan Bitcoin dan emas dimanipulasi dalam krisis ekonomi global saat ini. Akibatnya, harga aset safe haven itu tidak melonjak sebagaimana mestinya.

“Pandemi COVID-19 telah menciptakan volatilitas yang sangat besar di pasar keuangan global. Tetapi harga aset safe haven seperti emas dan Bitcoin malah tidak melonjak, seperti yang diperkirakan, karena adanya manipulasi yang sangat intens dan berskala besar,” sebut peneliti di University of Sussex Business School belum lama ini di laman resminya.

Menurut peneliti, harga emas di krisis kali ini kontras dengan harga emas pada krisis tahun 2008. Ketika itu, korelasi antara indeks S&P 500 dan emas atau Franc Swiss atau surat utang AS sekitar minus 40 persen. Namun, selama Maret dan April 2020 korelasinya +20 persen.

“Yang lebih mengejutkan adalah harga Bitcoin terhadap dolar AS. Sejak aset kripto ini lahir pada Januari 2009, perilakunya benar-benar tidak berkorelasi dengan aset tradisional apa pun, seperti saham. Tetapi, ketika indeks S&P 500 anjlok pada awal Maret 2020, Bitcoin juga ambruk. Korelasi S&P 500 dan Bitcoin kala itu adalah +63 persen dan kini sekitar +40 persen,” sebut peneliti.

Menurut peneliti, pihak yang diuntungkan dalam hal itu adalah mereka-mereka yang memegang uang dolar AS dan aset lain bernilai dolar AS.

Gara-gara Pasar Berjangka
Tim CryptoMarketRisk di University of Sussex Business School telah melacak perdagangan aset kripto khususnya Bitcoin dan emas, di pasar-pasar futures (berjangka) dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka menemukan adanya aksi jual Bitcoin dan emas secara besar-besaran di pasar berjangka, lalu memanipulasi harganya di pasar spot berskala besar.

Perdagangan emas tunggal di COMEX (pasar berjangka milik CME Group, Chicago Mercantile Exchange) telah sedemikian besar untuk menggerakkan harga.

“Itu jelas merupakan pelanggaran terhadap undang-undang di AS tentang penyalahgunaan pasar. Tetapi, gerakan itu berada di bawah radar CFTC,” sebut mereka.

Carol Alexander, Profesor Keuangan di University of Sussex Business School, mengatakan, ketika uang mengalir keluar dari ekuitas (pasar modal), maka banyak orang akan mengharapkan peningkatan permintaan untuk emas dan Bitcoin meningkat.

“Tetapi kali ini, aset safe haven berperilaku sangat berbeda. Harga emas dan Bitcoin jatuh bersamaan dengan jatuhnya pasar modal AS,” kata Carol

“Ketika S&P 500 jatuh pada Maret 2020, emas malah memiliki minggu terburuk dalam delapan tahun terakhir. Padahal seharusnya menjadi yang terbaik. Yang terjadi adalah harga emas tertekan, karena aksi jual cepat berskala besar di COMEX. Harga Bitcoin juga telah didorong oleh manipulasi akibat penggunaan trading bot di bursa berjangka, terutama BitMEX. Ini adalah manipulasi pasar berskala besar dan berfrekuensi tinggi yang belum pernah kita saksikan sebelumnya,” kata Carol. [Sussex/red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait