VanEck: Harga ETH Akan Jadi US$22.000 pada Tahun 2030

VanEck, manajer aset global, memprediksi bahwa harga Ethereum (ETH) akan mencapai US$22.000 pada akhir dekade ini, menyebut kripto ini sebagai minyak digital dalam laporan terbarunya. Prediksi ini mengindikasikan peningkatan sebesar 468 persen dari harga ETH saat ini.

Pendapatan Ethereum Diproyeksikan Tumbuh Pesat

Decrypt melaporkan, selama setahun terakhir, Ethereum telah menghasilkan pendapatan sebesar US$3,4 milyar. VanEck juga melihat angka ini akan mencapai US$51 milyar pada tahun 2030.

“Kami percaya ETH adalah aset revolusioner yang memiliki sedikit kesamaan dengan dunia keuangan non-kripto… Jaringan Ethereum kemungkinan akan terus tumbuh pesat dalam pangsa pasar dari pelaku pasar keuangan tradisional dan, semakin banyak, Big Tech,” ungkap laporan tersebut.

VanEck menggambarkan Ethereum sebagai pusat dari sistem keuangannya sendiri, karena jaringannya saat ini mengamankan lebih dari US$90 milyar dalam stablecoin, sekitar US$7 milyar dalam aset tokenisasi dan US$308 milyar dalam aset digital.

Peluang Bisnis di Luar Kripto

Selain itu, VanEck melihat Ethereum membuat terobosan di luar dunia kripto. Berdasarkan ukuran sektor bisnis yang dapat terganggu oleh aplikasi yang dibangun di Ethereum, VanEck memperkirakan total pasar yang dapat dicapai oleh jaringan ini mencapai US$15 triliun.

Peluang tersebut sebagian besar terletak pada sektor keuangan, perbankan dan pembayaran.

VanEck juga menyebutkan bahwa Ethereum bisa memiliki peran dalam infrastruktur dan kecerdasan buatan, serta pemasaran, periklanan, sosial, serta game.

Laporan tersebut menyoroti beberapa aspek unik dari Ethereum sebagai jaringan dan aset, mulai dari sifatnya sebagai uang yang dapat diprogram, hingga sebagai komoditas yang menghasilkan imbal hasil.

Ethereum Sebagai Mata Uang Cadangan Internet

Secara khusus, laporan VanEck menyebut Ethereum sebagai mata uang cadangan internet, yang menjadi pusat ekosistem besar dan jaringan layer duanya.

Laporan VanEck ini muncul tidak lama setelah persetujuan SEC AS atas ETF Ethereum spot. Langkah ini memungkinkan investor mainstream untuk mendapatkan eksposur terhadap kripto dalam akun pialang tradisional, serta memiliki implikasi terhadap status regulasi Ethereum.

Bagi para penggemar kripto, konsep ini mungkin sudah biasa, tetapi pentingnya disorot oleh VanEck, yakni untuk mengirim Ethereum atau berinteraksi dengan kontrak pintar, pengguna perlu mengeluarkan Ethereum untuk biaya gas, yang kemudian dihapus dari sirkulasi melalui burn.

VanEck menyatakan bahwa dinamika ini menguntungkan pemegang Ethereum dua kali lipat, memberikan permintaan sambil mengurangi pasokan.

Menggoyahkan Raksasa Teknologi

Manajer aset ini juga memperkirakan bahwa Ethereum akan menggoyahkan raksasa teknologi seperti Google dan Apple sebagai platform bagi pengembang untuk menciptakan aplikasi yang berfokus pada konsumen.

Sementara perusahaan-perusahaan tersebut mengambil sekitar 30 persen dari pendapatan dari aplikasi yang di-hosting di toko digital mereka masing-masing, VanEck mengatakan bahwa Ethereum saat ini mengambil sekitar 24 persen dari pendapatan melalui biaya gas.

“Dibandingkan dengan platform jejaring sosial yang berfokus pada data seperti Facebook, kami percaya Ethereum dapat memungkinkan aplikasi yang lebih mampu dan menguntungkan bagi pengusaha,” ungkap laporan tersebut. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait